Langsung ke konten utama

15 Rute Angkot di Bandung Barat

BANDUNG BARAT,(Golali) - Di dalam wilayah Kabupaten Bandung Barat terdapat angkutan kota (angkot), untuk mendukung aktivitas warga maupun wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Mengutip Peraturan Bupati Bandung Barat NO 35 Tahun 2022 Tentang Tarif Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Kabupaten Bandung Barat, terdapat 15 jurusan atau rute angkot di Kabupaten Bandung Barat.

Berikut rincian rute angkot di Kabupaten Bandung Barat : 

1) Angkot Padalarang – Cikalong Wetan – Cipeundeuy memiliki jarak 28,7 kilometer

2) Angkot Padalarang – Gunung Bentang memiliki jarak 9 kilometer

3) Angkot Padalarang – Pangheotan jarak 9 kilometer

4) Angkot Padalarang – Parongpong jarak 13 kilometer

5) Angkot Padalarang – Rajamandala jarak 21 kilometer

6) Angkot Cipeundeuy – Cirata jarak 24 kilometer

7) Angkot Cililin – Sindang Kerta – Gunung Halu jarak 16,4 kilometer


Baca juga : Rute Lengkap Angkot di Kota Bandung 


8) Angkot Cililin – Cijenuk – Baranangsiang jarak 26,19 kilometer

9) Angkot Lembang – Maribaya – Cibodas jarak 11,4 kilometer

10) Angkot Lembang – Cikawari jarak 7,45 kilometer

11) Angkot Lembang – Cikole jarak 7,2 kilometer

12) Angkot Lembang – Cijengkol jarak 6,5 kilometer

13) Angkot Lembang – Cibeusi jarak 20,4 kilometer

14) Angkot Lembang – Cisarua jarak 9,1 kilometer

15) Angkot Cikole – Tangkuban Perahu jarak 4,4 kilometer

Rute angkot tersebut, khusus berada di dalam Kabupaten Bandung, belum termasuk rute angkot dari Kabupaten Bandung Barat ke Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kota Bandung, dan wilayah lainnya. (Yatni Setianingsih/Golali.id)

 

Banyak dibaca

Resensi Novel Obsesi Sunyi - Tiwi Kasavela

Penulis Tiwi Kasavela merilis novel ke-6  berjudul Obsesi Sunyi, pada Juni 2026.  Novel Obsesi Sunyi mengisahkan tentang cinta Mela pada pandangan pertama yang tak pernah padam, perjodohan, dan kisah dua pria dalam hidup Mela yang saling berkaitan di masa lalu dan masa depan. Inilah resensi Obsesi Sunyi yang ditulis Tiwi Kasavela. Mela, seorang perempuan yang bosan dengan rutinitasnya bekerja di Bandung ingin keluar dari kondisi tersebut, mencoba memulai solo trip ke kawasan Malang dan Surabaya tanpa ada yang dia kenal. Saat di Surabaya, tanpa dinyana menyelematkan seorang pria tua hingga membuat Mela dirawat di rumah sakit, saat siuman Mela bertemu dengan Niko.  "Mela membuka matanya perlahan, agak buram, terasa pening, sementara bau obat khas rumah sakit juga tercium, membuat perutnya tak nyaman, ingin muntah rasanya. Bingung... Samar dia melihat seorang pria yang sedang menatapnya, tajam. Laki-laki yang rasanya belum pernah ia lihat sebelumnya, badannya tinggi, kulitny...

Bosan jadi Pegawai, Montrav Bawa Tas Lokal ke Mancanegara

Owner Montrav, Gungun Gunawan menunjukan salah satu produk tas Montrav di Warehouse Montrav (foto : Yatni Setianingsih) Founder sekaligus Owner Montrav, Gungun Gunawan masih mengenang saat awal-awal membangun bisnis memproduksi tas dengan merek Montrav. Sebelum memutuskan resign menjadi karyawan di salah satu brand lokal tas, pada tahun 2017 Gungun Gunawan memulai usaha mandirinya menjadi dropshipper , melalui marketplace Shopee dengan nama akun (toko) Montrav Official Shop. "Saya termotivasi membangun bisnis sendiri, sehingga sambil bekerja pada tahun 2017 saya menjadi dropshipper tas di Shopee," cerita Gungun Gunawan membuka perbincangan dengan Golali, di kawasan gudang Montrav di sentra pergudangan ( warehouse ) Jalan Rumah Sakit Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Kamis 9 Juli 2026. Dalam perjalanan menjadi dropshipper di Shopee, tak tanggung-tanggung dalam setahun, Gungun Gunawan mampu menjual hingga 2.000 pieces tas. Sekitar 4 tahun kemudian yakni tahun 20...

Cara dan Tantangan Pemkot Bandung Atasi Macet

(dok : Humas Pemkot Bandung) BANDUNG,(Golali)- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan tiga langkah strategis untuk mengatasi persoalan kemacetan yang selama ini menjadi keluhan utama warga sekaligus tantangan besar sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah. Hal itu disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan di Kota Bandung Jumat, 20 Februari 2026. Farhan mengakui Kota Bandung memiliki potensi besar di bidang pariwisata. Namun, di sisi lain berbagai persoalan klasik seperti sampah dan kemacetan masih menjadi pekerjaan rumah yang memengaruhi capaian target pertumbuhan daerah. “Ada tiga hal yang akan dilakukan untuk menghadapi kemacetan ini,” ungkap Farhan. 1. Langkah pertama adalah peningkatan kapasitas dan kualitas infrastruktur jalan.  Pemkot Bandung bekerja sama dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dalam pembangunan dan perbaikan jalan.  Ia menyebut, pemerintah pusat telah menyelesaikan dua jalan layang utama, namun masih dibutuhkan pembangunan ena...