![]() |
| Owner Montrav, Gungun Gunawan menunjukan salah satu produk tas Montrav di Warehouse Montrav (foto : Yatni Setianingsih) |
Founder sekaligus Owner Montrav, Gungun Gunawan masih mengenang saat awal-awal membangun bisnis memproduksi tas dengan merek Montrav.
Sebelum memutuskan resign menjadi karyawan di salah satu brand lokal tas, pada tahun 2017 Gungun Gunawan memulai usaha mandirinya menjadi dropshipper, melalui marketplace Shopee dengan nama akun (toko) Montrav Official Shop.
"Saya termotivasi membangun bisnis sendiri, sehingga sambil bekerja pada tahun 2017 saya menjadi dropshipper tas di Shopee," cerita Gungun Gunawan membuka perbincangan dengan Golali, di kawasan gudang Montrav di sentra pergudangan (warehouse) Jalan Rumah Sakit Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Kamis 9 Juli 2026.
Dalam perjalanan menjadi dropshipper di Shopee, tak tanggung-tanggung dalam setahun, Gungun Gunawan mampu menjual hingga 2.000 pieces tas. Sekitar 4 tahun kemudian yakni tahun 2021, Gungun Gunawan memutusakan untuk resign bekerja dan fokus memproduksi tas traveling yang diberi nama Montrav.
"Tas dipilih karena belum banyak yang memproduksi tas jadi punya potensi, pertama model traveling. Nama Montrav gabungan dari kata dalam bahasa Inggris Mount (gunung) dan traveling (perjalanan)," terang Gungun Gunawan.
Gungun mengisahkan modal untuk membangun Montrav, berasal dari penghasilan sebagai dropshipper di Shopee yaitu kurang dari Rp10 juta. Dengan modal terbatas, Gungun Gunawan memproduksi 12 artikel atau desain tas.
"Keterbatasa modal yaitu di bawah Rp10 juta, menggunakan sistem modal bola salju (artinya hasil dari pendapatan Montrav sebelumnya, terus ditambahkan untuk memperbanyak produksi)," kata Gungun Gunawan.
Sejak awal mendirikan Montrav dan hingga kini Gungun Gunawan memasarkan tas produksinya secara online di Shopee, menggunakan akun yang sama seperti saat menjadi dropshipper.
Kini, Montrav memproduksi beragam jenis tas mulai dari tas laptop, sling bag, waist bag, ransel, tas mandi, tas travel, dan lain-lain. Tas-tas tersebut telah dijual ke berbagai daerah di Indonesia dan juga masuk pasar ekspor ke berbagai negara di Asia Tenggara.
"Asal customer di atas 30 persen berasal dari Jawa barat. Untuk ekspor negara-negara ASEAN antara lain Malaysia, Tailan, Filipina, dan Singapura. Ekspor ini melalui Ekspor Shopee FLEXI jadi kita yang kelola," kata Gungun Gunawan.
Sejak bergabung dengan Program Ekspor Shopee FLEXI, Montrav telah menjual ratusan produknya ke luar negeri. Gungun mengatakan walaupun produknya telah menembus pasar luar negeri, tetapi semua produk Montrav diproduksi menggunakan bahan baku lokal dan dikerjakan oleh karyawan asli Indonesia. Tempat produksi Montrav terletak di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
"Saat ini jumlah karyawan mencapai 9 orang, kebanyakan bagian produksi. Kapasitas produksi 3.000 pieces per bulan," ucap Gungun
Ekspor Shopee FLEXI berikan fleksibilitas ke UMKM
Program Ekspor Shopee FLEXI diluncurkan pada 1 Juli 2025. Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang menerangkan Program Ekspor FLEXIsebagai bentuk dukungan lanjutan Shopee terhadap UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) supaya lebih mandiri dan kompetitif di pasar global.
Seperti diketahui pada tahun 2019 Shopee telah meluncurkan program Ekspor Shopee, adapun Ekspor Shopee FLEXI sebagai pengembangan dari Ekspor Shopee.
Adapun perbedaan antara Ekspor Shopee dan Ekspor Shopee FLEXI dikutip dari siaran pers yang diterima Golali beberapa waktu lalu :
Program Ekspor Shopee :
1. Ekspor Shopee adalah program yang memungkinkan penjual untuk menjual produk ke luar negeri di mana operasional toko dikelola oleh Shopee.
2. Akses terbatas ke Seller Centre, hanya dapat melihat performa toko luar negeri.
3. Harga produk mengikuti harga jual yang ditentukan penjual di Toko Indonesia sehingga tidak ada potongan tambahan yang dikenakan.
4. Penjual tidak dapat mengatur promosi secara terpisah. Shopee yang akan memasukkan produk Anda ke dalam kampanye luar negeri.
5. Negara Tujuan: Asia Tenggara, Asia Timur, dan Amerika Latin
Program Ekspor Shopee FLEXI :
1. Program yang memungkinkan penjual untuk menjual produk ke luar negeri di mana operasional toko dikelola oleh penjual.
2. Penjual memiliki akses langsung ke sub-akun toko luar negeri. Penjual dapat mengelola stok, mendekorasi toko, dan menyesuaikan detail produk sendiri
3. Penjual bebas mengatur harga jual sendiri dan menentukan margin keuntungan untuk setiap negara tujuan.
4. Penjual dapat merancang strategi promosi, mengikuti kampanye, dan membuat voucher khusus untuk pembeli internasional di toko Anda.
5. Negara Tujuan: Malaysia, Singapura, Filipina, dan Tailan.
UMKM turut andil untuk ekspor
Mengutip data Kementerian UMKM, di tingkat kawasan ASEAN UMKM Indonesia menjadi bagian dari lebih 70 juta unit usaha yang menyerap sekitar 85 persen tenaga kerja, berkontribusi 44,8 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) regional, serta menghasilkan 18 persen ekspor kawasan.
Untuk tingkat nasional, sekitar 57 juta pengusaha UMKM Indonesia berkontribusi sebesar 60,5 persen terhadap PDB, menyerap 97 persen tenaga kerja, serta menyumbang 15,7 persen terhadap total ekspor nasional.
“Para pengusaha UMKM menjadi tulang punggung perekonomian nasional, menyerap tenaga kerja, menggerakkan aktivitas ekonomi, serta mendorong tumbuhnya berbagai karya dan inovasi lokal,” ungkap Sekretaris Kementerian UMKM, Arif Rahman Hakim dilansir dari umkm.go.id. (Yatni Setianingsih/Golali.id)
