Langsung ke konten utama

Rumah Sakit di Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung

BANDUNG, (Golali) - Jalan Soekarno Hatta adalah salah satu jalan yang ada di Kota Bandung. Panjang Jalan Soekarno Hatta di Kota Bandung, mencapai 18,3 Km.

Jalan Soekarno Hatta di Kota Bandung membentang dari Bundaran Cibeureum sampai dengan Bundaran Cibiru.

Jalan Soekarno Hatta termasuk jalan Nasional, yang artinya dibiayai pemerintah pusat. Hal ini tertuang dalam S.K Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.631/KPTS/M/2009 dan Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Barat No.620/Kep1530 Admrek/2011.

Di Jalan Soekarno Hatta sampai tahun 2026 berdasarkan penelusuran Golali, terdapat 3 rumah sakit :


1) Edelweiss Hospital
Alamat atau lokasi Edelweiss Hospital di Jalan Soekarno Hatta No 550 Kota Bandung

2) RSJP Paramarta
Lokasi atau alamat Rumah Sakit Khusus Jantung & Pembuluh Darah Paramarta Bandung berada di Jalan Soekarno Hatta No 581 Kota Bandung

3) Rumah Sakit Al Islam Bandung
Alamat atau lokasi RSAI (Rumah Sakit Al Islam) Bandung berada di Jalan Soekarno Hatta No 644

Itulah alamat atau lokasi rumah sakit di Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung. (Yatni Setianingsih/Golali.id)

Banyak dibaca

Resensi Buku Tahu Sejarah Tahu Sumedang

Buku Tahu Sejarah Tahu Sumedang yang ditulis M.Lutfhi Khair A. dan Rusdyan Fathy, membeberkan tentang perjalanan Tahu Sumedang dari sang pelopornya yaitu Tahu Bungkeng. “Industri tahu Sumedang lahir karena adanya seorang imigran Tionghoa bernama Ong Ki No yang diperkirakaan datang ke Sumedang pada awal abad ke-20, pada 1900-an. Ia datang bersama istrinya, yang menjadi penyebab ia membuat tahu pertama kali di Sumedang. Sang istri adalah seorang yang sangat menyukai makanan Tionghoa yang bernama tao-fu (kata tao-fou dibaca tao-hu, yang kemudian orang pribumi menyebutnya sebagai tahu). Karena perasaan sayangnya kepada sang istri, Ong Ki No rela pergi berkeliling mencari kacang kedelai- bahan baku utama tahu- di wilayah yang masih asing untuknya. Saat itu, di wilayah Conggeang terdapat kebun kedelai lurik. Setelah mendapatkan kedelai, ia pun mengolahnya menjadi tahu. Tahu pertama yang berhasil dibuat Ong Ki No belum seperti tahu Sumedang yang sekarang kita kenal. Saat itu tahu yang dibuat ...

Angkot Lewat Jalan Ahmad Yani di Bandung

BANDUNG,(Golali) - Jalan Ahmad Yani adalah salah satu nama jalan di Kota Bandung, yang diambil dari nama Pahlawan Revolusi Jendral Ahmad Yani. Panjang Jalan Ahmad Yani sekitar 6 kilometer, membentang dari kawasan Simpang Lima hingga Jalan AH Nasution. Lantas angkot apa saja yang melewati Jalan Ahmad Yani, walaupun tidak secara penuh melewati Jalan Ahmad Yani? = Angkot Cicaheum – Ciroyom = Angkot Panghegar – Dipati Ukur = Angkot Gede Bage – Stasiun Bandung = Angkot Riung Bandung – Dago = Angkot Ciroyom – Antapani = Angkot Ciroyom – Cikudapateuh = Angkot Cicadas – Cibiru = Angkot Cicaheum – Ciwastra = Angkot Cicaheum – Ledeng = Angkot Margahayu – Ledeng = Angkot Gede Bage – Simpang Dago = Angkot Cicaheum – Kebon Kalapa via Aceh = Angkot Cicaheum – Kebon Kalapa via Binong Itulah angkot yang melewati beberapa bagian Jalan Ahmad Yani di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar). (Yatni Setianingsih/Golali.id)

Metamorfosa Hani Amalia Hendrajatin Dalam Dunia Seni

(dok : Istimewa) Sampai kini, masih ada stigma negatif tentang penari, baik dari segi moral maupun masa depan hidup. Inilah yang ingin dikikis seniwati profesional asal Bogor, Hani Amalia Hendrajatin. Melalui berbagai karya yang membuka mata masyarakat, tentang seni yang seutuhnya. Hani mengisahkan stigma ini telah ia rasakan sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Saat itu Hani yang sejak Sekolah Dasar (SD) menggeluti dunia seni karawitan merasakan minder untuk terus berkarya. “Saya itu dari usia TK (Taman Kanak-kanak) udah banci tampil, misalkan jalan sama ibu ke Mall, terus ada acara hadiahnya cokelat, tapi harus nyanyi dulu. Saya tanpa disuruh langsung maju buat nyanyi,” cerita Hani berbinar. Begitupun saat duduk di bangku SD, saat guru menyuruh menyanyi, Hani paling rajin mempertunjukan kebolehannya dalam bernanyi. Kesenangannya bernyanyi tidak sia-sia, saat masih duduk di kelas 1 SD, Hani mengikuti lomba menyanyi daerah khas Sunda yaitu pupuh. Pertama ...