Langsung ke konten utama

Cara dan Tantangan Pemkot Bandung Atasi Macet

(dok : Humas Pemkot Bandung)
BANDUNG,(Golali)- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan tiga langkah strategis untuk mengatasi persoalan kemacetan yang selama ini menjadi keluhan utama warga sekaligus tantangan besar sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal itu disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan di Kota Bandung Jumat, 20 Februari 2026.

Farhan mengakui Kota Bandung memiliki potensi besar di bidang pariwisata. Namun, di sisi lain berbagai persoalan klasik seperti sampah dan kemacetan masih menjadi pekerjaan rumah yang memengaruhi capaian target pertumbuhan daerah.

“Ada tiga hal yang akan dilakukan untuk menghadapi kemacetan ini,” ungkap Farhan.

1. Langkah pertama adalah peningkatan kapasitas dan kualitas infrastruktur jalan. 

Pemkot Bandung bekerja sama dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dalam pembangunan dan perbaikan jalan. 

Ia menyebut, pemerintah pusat telah menyelesaikan dua jalan layang utama, namun masih dibutuhkan pembangunan enam fly over tambahan di lintasan kereta api serta tiga jembatan konektivitas di sekitar Stasiun KCIC Tegaluar dan wilayah Gedebage.

Selain itu, peningkatan kualitas penerangan jalan umum (PJU) juga menjadi perhatian, terutama di kawasan Jalan Soekarno-Hatta wilayah timur yang dinilai masih menjadi titik persoalan besar.

2. Langkah kedua adalah penerapan teknologi berbasis kecerdasan buatan melalui sistem ATCS (Automatic Traffic Control System). Sistem ini diharapkan mampu mengatur lalu lintas secara lebih adaptif dan efisien. 

Farhan menyebut, implementasi program tersebut tidak mudah karena memerlukan perencanaan matang serta koordinasi lintas pemerintah.

“Tidak mudahnya karena pengadaannya harus betul-betul perencanaan yang sangat baik karena melibatkan tiga organisasi besar, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota,” jelasnya.

3. Langkah ketiga adalah penguatan transportasi massal. Pemkot Bandung bersama Kementerian Perhubungan dan dukungan World Bank tengah mendorong dua program besar, yakni pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat serta studi kelayakan LRT bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Menurut Farhan, BRT dirancang melayani koridor timur–barat, sementara LRT akan menghubungkan jalur utara–selatan. Skema ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung sistem transportasi massal Kota Bandung.

Lebih lanjut, Farhan mengatakan revitalisasi angkutan kota (angkot) tetap menjadi bagian penting dari sistem baru tersebut. Angkot harus bertransformasi menjadi feeder bagi BRT dan LRT agar sistem transportasi terintegrasi dapat berjalan optimal.

Farhan juga menyoroti persoalan mendasar transportasi di Bandung yang belum mengalami perubahan trayek sejak 1984. Ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi dinilai sudah terlalu tinggi, sehingga dibutuhkan langkah revolusioner untuk mengembalikan minat warga menggunakan transportasi umum.

“Terus terang sekarang ini kualitas kendaraan umum dan transportasi umum di Kota Bandung sangat tidak layak,” ungkapnya.

Farhan mengatakan, sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota menjadi kunci dalam mendorong percepatan realisasi berbagai program tersebut. 

Menurutnya, pembenahan transportasi bukan hanya untuk mengurai kemacetan, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi dan daya saing pariwisata Kota Bandung ke depan. (Humas Pemkot Bandung/Golali.id)

Banyak dibaca

9 Nama Jalan yang Sama di Jakarta dan Bandung

BANDUNG,(Golali) - Di Kota Bandung Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan beberapa kota di Provinsi DKI Jakarta terdapat nama-nama jalan yang sama. Golali merangkum nama jalan yang ada di Kota Bandung dan Jakarta : 1) Jalan Veteran di Kota Jakarta Pusat sementara di Kota Bandung Jalan Veteran di sekitaran Pasar Kosambi 2) Jalan Ir H Juanda di Kota Jakarta Pusat sedangkan di Kota Bandung Jalan Ir H Juanda yang dikenal dengan kawasan Dago dekat Gedung Sate 3) Jalan Jenderal Gatot Subroto di Kota Jakarta Selatan, sementara di Kota Bandung di dekat sentra rajut Binong Jati hingga Pasar Kosambi 4) Jalan Jendral Sudirman di Kota Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, sedangkan di Kota Bandung dekat dengan Pasar Baru 5) Jalan Otto Iskandardinata di Kota Jakarta Timur, di Kota Bandung yaitu di kawasan Pasar Baru, Gedung Pakuan, dan Tegallega 6) Jalan Jendral Ahmad Yani di Kota Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur. Di Kota Bandung dimulai dari Terminal Cicaheum sampai sekitaran Pasar Kosambi 7)...

Angkot Lewat Jalan Soekarno Hatta Bandung

BANDUNG,(Golali)- Jalan Soekarno Hatta di Kota Bandung membentang dari Bundaran Cibeureum sampai dengan Bundaran Cibiru. Panjang Jalan Soekarno Hatta di Kota Bandung, mencapai sekitar 18,3 Km. Jalan Soekarno Hatta termasuk jalan Nasional, yang artinya dibiayai pemerintah pusat. Hal ini tertuang dalam S.K Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.631/KPTS/M/2009 dan Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Barat No.620/Kep1530 Admrek/2011. Ada berbagai rute angkot yang melewati Jalan Soekarno Hatta, meskipun sampai tahun 2026 ini tidak ada angkot yang secara penuh melewati rute dari Bundaran Cibeureum ke Bundaran Cibiru. Berikut rute angkot yang melewati Jalan Soekarno Hatta, berdasarkan pengamatan Golali : = Angkot Cicadas – Cibiru (kawasan Jalan Soekarno Hatta dari Bundaran Cibiru ke Samsat Provinsi Jabar) = Angkot Majalaya – Gede Bage via Sayang (Bundaran Cibiru sampai Pasar Gede Bage) = Angkot Ujung Berung – Elang (perempatan lampu merah Jalan Rumah Sakit – Soekarno Hatta hingga J...

Rumah Sakit di Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung

BANDUNG, (Golali) - Jalan Soekarno Hatta adalah salah satu jalan yang ada di Kota Bandung. Panjang Jalan Soekarno Hatta di Kota Bandung, mencapai 18,3 Km. Jalan Soekarno Hatta di Kota Bandung membentang dari Bundaran Cibeureum sampai dengan Bundaran Cibiru. Jalan Soekarno Hatta termasuk jalan Nasional, yang artinya dibiayai pemerintah pusat. Hal ini tertuang dalam S.K Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.631/KPTS/M/2009 dan Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Barat No.620/Kep1530 Admrek/2011. Di Jalan Soekarno Hatta sampai tahun 2026 berdasarkan penelusuran Golali, terdapat 3 rumah sakit : 1) Edelweiss Hospital Alamat atau lokasi Edelweiss Hospital di Jalan Soekarno Hatta No 550 Kota Bandung 2) RSJP Paramarta Lokasi atau alamat Rumah Sakit Khusus Jantung & Pembuluh Darah Paramarta Bandung berada di Jalan Soekarno Hatta No 581 Kota Bandung 3) Rumah Sakit Al Islam Bandung Alamat atau lokasi RSAI (Rumah Sakit Al Islam) Bandung berada di Jalan Soekarno Hatta No 644 Itulah a...