Langsung ke konten utama

Resep Kupat Tahu Padalarang Gurih Tanpa Kaldu Daging

BANDUNG BARAT,(Golali) - Kupat tahu Padalarang adalah salah satu sajian berbahan utama ketupat dan tahu goreng, yang diguyur dengan kuah santan berwarna merah. 

Sesuai dengan namanya, kupat tahu Padalarang berasal dari Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat (Jabar), tepatnya dari Desa Kertamulya.

Begini resep kupat tahu Padalarang 

1. Bahan Kupat 

2. Bahan Kuah 

3. Pelengkap kupat tahu Padalarang 

4. Cara menyajikan kupat tahu Padalarang 

Bahan Kupat atau Lontong :

500 gram beras

Daun pisang secukupnya

Air secukupnya

Cara membuat kupat :

1. Cuci bersih beras

2. Aroni beras

3. Setelah dingin bungkus dengan daun pisang

4. Rebus lontong sekitar empat jam bisa lebih supaya tahan lama 

Bahan Kuah Kupat Tahu Padalarang :

500 mililiter santan

200 mililiter air

Gula merah secukupnya

Garam secukupnya

2 lembar daun salam

1 batang serai

5 centimeter lengkuas

2 sendok makan minyak sayur

Bumbu Halus Kuah Kupat Tahu Padalarang :

3 buah cabai merah

2 siung bawang putih

8 siung bawang merah

25 gram kemiri

1 sendok teh lada

Cara membuat Kuah Kupat Tahu padalarang :

1. Haluskan bumbu

2. Panaskan minyak sayur untuk menumis bumbu halus

3. Masukkan lengkuas, serai, dan daun salam

4. Tambahkan santan dan air, aduk-aduk hingga mendidih

5. Masukkan gula merah dan garam

6. Koreksi rasa

Pelengkap Kupat Tahu Padalarang :

5 tahu kuning yang telah digoreng 

Bihun secukupnya yang telah diseduh air panas dan ditiriskan

Kerupuk

Kecap manis

Bawang merah goreng


Cara Penyajian Kupat Tahu Padalarang :

1. Potong-potong kupat atau lontong, taruh dalam piring

2. Masukkan potongan tahu kuning yang sudah digoreng

3. Masukkan bihun yang telah direndam dan ditiriskan

4. Siram dengan kuah

5. Tambah kecap manis sesuai selera

6. Taburi bawang merah goreng

7. Tambahkan kerupuk

8. Kupat tahu padalarang siap disantap (Yatni Setianingsih/Golali.id)

 

BANYAK DIBACA

Sejak Kapan ITB Ultra Marathon Digelar?

BANDUNG,(Golali) - ITB Ultra Marathon telah digelar setiap tahun sejak 2017, rute pada ITB Ultra Marathon dimulai dari Jakarta dan finish di Kota Bandung. Jarak rute ITB Ultra Marathon yaitu 170 – 180 kilometer. Dimulai dari Jakarta-Bogor-Puncak-Cianjur-Cipatat-Padalarang-Cimahi-Bandung. “Melalui ITB Ultra Marathon yang digelar sejak 2017, jumlah peserta meningkat dari tahun ke tahun. Mereka bisa berinteraksi dengan sesama alumni sehingga kebersamaan alumni, sivitas akademika ITB, dan umum itu bisa terjalin dan membangkitkan cinta almamater,” kata Ketua Yayasan Solidarity Forever, Ir. Susilo Siswoutomo dikutip dari siaran pers yang diterima Golali, Minggu 28 September 2025. Mengutip siaran pers yang dirilis ITB pada tahun 2025, ITB Ultra Marathon ini adalah prakarsa Yayasan Solidarity Forever yang dibentuk alumni Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB, sejak awal tahun 2016. Ide diadakannya acara ini sendiri digagas oleh salah satu alumni FTMD, Gatot Sudariyono. Tujuan dari IT...

Ekspor Shopee FLEXI Tambah Jangkauan Negara di Asia Tenggara

JAKARTA,(Golali) - Shopee menambah negara tujuan pada program Ekspor Shopee FLEXI, melalui peluncuran program ‘Jalan Global Kreasi Lokal’. Sebelumnya sejak diluncurkan pada pertengahan tahun 2025, Ekspor Shopee FLEXI baru menjaungkau wilayah Malaysia, lewat program ‘Jalan Global Kreasi Lokal’ yang diluncurkan pada 27 Oktober 2026, Shopee menambah 4 negara di Asia Tenggara yaitu Singapura, Filipina, Tailan, dan Brunei Darussalam.  Pada program ‘Jalan Global Kreasi Lokal’ ini, Shopee berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan mitra logistik Anteraja serta JNE. Selain itu, Shopee juga menghadirkan pembaruan fitur Program Ekspor Shopee FLEXI, menyelenggarakan pelatihan spesial Program Ekspor Shopee FLEXI, serta memfasilitasi program Seller Immersion ke Malaysia untuk memperkuat kapabilitas ekspor pengusaha lokal.  Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang menjelaskan perluasan jangkauan dan penguatan kapasitas penjual menja...

Sinopsis Buku Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1)

Buku Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1) yang ditulis Ojel Sansan Yusandi, mengisahkan tentang siapa saja yang menghuni Bandung, sebelum bernama Bandung seperti yang dikenal saat ini. Melansir dari akun instagram @lawangbuku inilah sinopsis Buku Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1) : Siapakah penghuni Bandung sebelum nama Bandung ada di atas panggung sejarah? Apakah Bandung sama dengan Tatar Ukur? Benarkah Kabupaten Bandung lahir dari “rahim sejarah yang berdarah-darah” akibat perseteruan politik tingkat tinggi antara Dipati Ukur dkk versus Sultan Agung Mataram di abad XVII? Melalui buku ini kita juga akan saksikan bahwa sepanjang abad XIX, Bandung masih merupakan “kampung kecil” tak penting dengan jalanan berdebu, kerap dilalui maung, penuh kubangan badak. Ya, Bandung sebelum abad ke-20 sangat pangling, jauh berbeda dengan Bandung yang kini kita kenal.(Yatni Setianingsih/Golali.id) Data Buku : Judul Buku      ...