Langsung ke konten utama

3 Polsek di Jalan AH Nasution Bandung

BANDUNG, (Golali) - Jalan Abdul Haris (AH) Nasution adalah salah satu jalan yang ada di Kota Bandung.

Di Jalan AH Nasution terdapat 3 Kantor Markas Polsek yaitu :


1) Polsek Panyileukan
Alamat atau lokasi Polsek Panyileukan terletak di Jalan AH Nasution No 6 Kota Bandung.

Letak Polsek Panyileukan sekitaran Bundaran Cibiru dan tugu batas Kota Bandung dan Kabupaten Bandung

2) Polsek Ujung Berung
Alamat atau lokasi Polsek Ujung Berung berada di Jalan AH Nasution No 21 Kota Bandung.

Lokasi Polsek Ujung Berung bersebelahan dengan Superindo Ujung Berung, jika dari Terminal Cicaheum ke arah bundaran Cibiru, Polsek Ujung Berung berada setelah Kantor Kecamatan Ujung Berung, Alun-alun Ujung Berung, dan Pasar Ujung Berung.

3) Polsek Antapani
Alamat atau lokasi Polsek Antapani berada di Jalan AH Nasution No 10, Kota Bandung.

Lokasi Polsek Antapani terletak dekat Kantor Kecamatan Antapani, TPU Cikadut, dan Terminal Cicaheum.
Letak Polsek Antapani dilalui berbagai transportasi umum mulai dari Angkot, Damri, Bus AKDP, sampai dengan Bus AKAP.

Untuk diketahui panjang Jalan AH Nasution di Kota Bandung sekitar 8,5 Km. Lokasi Jalan AH Nasution di Kota Bandung membentang dari sekitaran Terminal Cicaheum sampai dengan kawasan Cibiru, dekat dengan perbatasan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat atau Jabar. (Yatni Setianingsih/Golali.id)

Banyak dibaca

Resensi Buku Tahu Sejarah Tahu Sumedang

Buku Tahu Sejarah Tahu Sumedang yang ditulis M.Lutfhi Khair A. dan Rusdyan Fathy, membeberkan tentang perjalanan Tahu Sumedang dari sang pelopornya yaitu Tahu Bungkeng. “Industri tahu Sumedang lahir karena adanya seorang imigran Tionghoa bernama Ong Ki No yang diperkirakaan datang ke Sumedang pada awal abad ke-20, pada 1900-an. Ia datang bersama istrinya, yang menjadi penyebab ia membuat tahu pertama kali di Sumedang. Sang istri adalah seorang yang sangat menyukai makanan Tionghoa yang bernama tao-fu (kata tao-fou dibaca tao-hu, yang kemudian orang pribumi menyebutnya sebagai tahu). Karena perasaan sayangnya kepada sang istri, Ong Ki No rela pergi berkeliling mencari kacang kedelai- bahan baku utama tahu- di wilayah yang masih asing untuknya. Saat itu, di wilayah Conggeang terdapat kebun kedelai lurik. Setelah mendapatkan kedelai, ia pun mengolahnya menjadi tahu. Tahu pertama yang berhasil dibuat Ong Ki No belum seperti tahu Sumedang yang sekarang kita kenal. Saat itu tahu yang dibuat ...

Angkot Lewat Jalan Ahmad Yani di Bandung

BANDUNG,(Golali) - Jalan Ahmad Yani adalah salah satu nama jalan di Kota Bandung, yang diambil dari nama Pahlawan Revolusi Jendral Ahmad Yani. Panjang Jalan Ahmad Yani sekitar 6 kilometer, membentang dari kawasan Simpang Lima hingga Jalan AH Nasution. Lantas angkot apa saja yang melewati Jalan Ahmad Yani, walaupun tidak secara penuh melewati Jalan Ahmad Yani? = Angkot Cicaheum – Ciroyom = Angkot Panghegar – Dipati Ukur = Angkot Gede Bage – Stasiun Bandung = Angkot Riung Bandung – Dago = Angkot Ciroyom – Antapani = Angkot Ciroyom – Cikudapateuh = Angkot Cicadas – Cibiru = Angkot Cicaheum – Ciwastra = Angkot Cicaheum – Ledeng = Angkot Margahayu – Ledeng = Angkot Gede Bage – Simpang Dago = Angkot Cicaheum – Kebon Kalapa via Aceh = Angkot Cicaheum – Kebon Kalapa via Binong Itulah angkot yang melewati beberapa bagian Jalan Ahmad Yani di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar). (Yatni Setianingsih/Golali.id)

Metamorfosa Hani Amalia Hendrajatin Dalam Dunia Seni

(dok : Istimewa) Sampai kini, masih ada stigma negatif tentang penari, baik dari segi moral maupun masa depan hidup. Inilah yang ingin dikikis seniwati profesional asal Bogor, Hani Amalia Hendrajatin. Melalui berbagai karya yang membuka mata masyarakat, tentang seni yang seutuhnya. Hani mengisahkan stigma ini telah ia rasakan sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Saat itu Hani yang sejak Sekolah Dasar (SD) menggeluti dunia seni karawitan merasakan minder untuk terus berkarya. “Saya itu dari usia TK (Taman Kanak-kanak) udah banci tampil, misalkan jalan sama ibu ke Mall, terus ada acara hadiahnya cokelat, tapi harus nyanyi dulu. Saya tanpa disuruh langsung maju buat nyanyi,” cerita Hani berbinar. Begitupun saat duduk di bangku SD, saat guru menyuruh menyanyi, Hani paling rajin mempertunjukan kebolehannya dalam bernanyi. Kesenangannya bernyanyi tidak sia-sia, saat masih duduk di kelas 1 SD, Hani mengikuti lomba menyanyi daerah khas Sunda yaitu pupuh. Pertama ...