Langsung ke konten utama

Resep Soto Bongko Kulinernya Orang Sumedang


 


SUMEDANG, (Golali) - Soto bongko adalah salah satu kuliner khas Sumedang, yang biasanya disantap untuk menu sarapan. Orang Sumedang menyebut lontong berukuran jumbo dengan nama bongko.  

Begini resep dan langkah membuat soto bongko khas Sumedang :

1. Membuat bongko 


2. Membuat kuah soto 


3. Menyiapkan bahan pelengkap 


4. Menyajikan soto bongko 


I. Bahan resep bongko (lontong jumbo) :


500 gram beras


1 liter air


4 lembar daun pisang


1 pasang besek (wadah berpenutup terbuat dari anyaman bambu)


2 lembar tali plastik atau tali dari bambu yang ditipiskan


Cara membuat resep bongko


1. Cuci beras lalu tanak sampai setengah matang


2. Masukkan daun pisang dalam besek tambahkan beras yang ditanak, lalu balut dengan daun pisang, tutup besek dan ikat


3. Rebus dalam panci selama 3 jam, lalu tiriskan bisa juga dikukus selama 30 menit


II. Bahan resep kuah soto

1/2 liter santan kelapa


5 lembar daun salam


5 centimeter lengkuas geprek


1 batang serai geprek


100 gram gula merah


Garam sesuai selera


5 gram asam Jawa


2 sendok makan minyak sayur


Bumbu halus resep kuah soto


10 siung bawang merah


5 siung bawang putih


10 centimeter kunyit


50 gram kemiri


1 sendok makan ketumbar


1 sendok makan merica


1 gram pala


5 buah cabai merah buang bijinya


Cara membuat resep kuah soto bongko


1. Tumis bumbu halus


2. Tambahkan daun salam, lengkuas, dan serai


3. Tambahkan santan lalu aduk hingga mendidih


4. Tambahkan garam, gula, dan asam Jawa terus aduk hingga mendidih dan angkat


III. Bahan pelengkap resep soto bongko


10 buah tahu Sumedang


100 gram toge yang telah diseduh air panas dan ditiriskan


100 gram bawang merah goreng


100 mililiter kecap manis


Kerupuk


Sambal cabai


IV. Cara penyajian resep soto bongko


1.Tata potongan bongko dalam piring saji, tambahkan potongan tahu Sumedang, tauge, bawang merah goreng, dan kecap manis


2. Siram atau guyur dengan kuah soto yang masih panas


3. Tambahkan sambal dan kerupuk


(Yatni Setianingsih/Golali.id)

Banyak dibaca

2026/2027 ITB Terima 8.945 Mahasiswa

BANDUNG, (Golali) - ITB menerima  8.945 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Irwan Meilano, ST, M.Si. Jumlahnya dari 8.945 mahasiswa baru terdiri atas 5.468 mahasiswa program sarjana, 1.947 mahasiswa program magister, 563 mahasiswa program doktor, serta 967 mahasiswa program profesi. Mengutip siaran pers yang diterima Golali, Rabu 5 Agustus 2026, mahasiswa baru program sarjana ITB angkatan 2026 berasal dari seluruh 38 provinsi di Indonesia. ITB juga turut menerima 97 mahasiswa yang berasal dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T serta 10 mahasiswa melalui program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik).  Di antaranya berasal dari Kepulauan Riau, Riau, Aceh, Maluku, Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Barat Daya, dan Papua Pegunungan. Ada juga 28 mahasiswa penerima Beasiswa Garuda. Dalam data Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), tercatat 446 siswa, dengan 198 siswa berada dalam ...

Resensi Novel Obsesi Sunyi - Tiwi Kasavela

Penulis Tiwi Kasavela merilis novel ke-6  berjudul Obsesi Sunyi, pada Juni 2026.  Novel Obsesi Sunyi mengisahkan tentang cinta Mela pada pandangan pertama yang tak pernah padam, perjodohan, dan kisah dua pria dalam hidup Mela yang saling berkaitan di masa lalu dan masa depan. Inilah resensi Obsesi Sunyi yang ditulis Tiwi Kasavela. Mela, seorang perempuan yang bosan dengan rutinitasnya bekerja di Bandung ingin keluar dari kondisi tersebut, mencoba memulai solo trip ke kawasan Malang dan Surabaya tanpa ada yang dia kenal. Saat di Surabaya, tanpa dinyana menyelematkan seorang pria tua hingga membuat Mela dirawat di rumah sakit, saat siuman Mela bertemu dengan Niko.  "Mela membuka matanya perlahan, agak buram, terasa pening, sementara bau obat khas rumah sakit juga tercium, membuat perutnya tak nyaman, ingin muntah rasanya. Bingung... Samar dia melihat seorang pria yang sedang menatapnya, tajam. Laki-laki yang rasanya belum pernah ia lihat sebelumnya, badannya tinggi, kulitny...

Bosan jadi Pegawai, Montrav Bawa Tas Lokal ke Mancanegara

Owner Montrav, Gungun Gunawan menunjukan salah satu produk tas Montrav di Warehouse Montrav (foto : Yatni Setianingsih) Founder sekaligus Owner Montrav, Gungun Gunawan masih mengenang saat awal-awal membangun bisnis memproduksi tas dengan merek Montrav. Sebelum memutuskan resign menjadi karyawan di salah satu brand lokal tas, pada tahun 2017 Gungun Gunawan memulai usaha mandirinya menjadi dropshipper , melalui marketplace Shopee dengan nama akun (toko) Montrav Official Shop. "Saya termotivasi membangun bisnis sendiri, sehingga sambil bekerja pada tahun 2017 saya menjadi dropshipper tas di Shopee," cerita Gungun Gunawan membuka perbincangan dengan Golali, di kawasan gudang Montrav di sentra pergudangan ( warehouse ) Jalan Rumah Sakit Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Kamis 9 Juli 2026. Dalam perjalanan menjadi dropshipper di Shopee, tak tanggung-tanggung dalam setahun, Gungun Gunawan mampu menjual hingga 2.000 pieces tas. Sekitar 4 tahun kemudian yakni tahun 20...