Langsung ke konten utama

Puspa Baca, Book Club bagi Perempuan

Berdirinya Puspa Baca berawal dari pertemuan tiga orang yang berbeda latar belakang dan generasi, yaitu Zaneyra Avianti, Indira Widyawati, dan Winda Martyaningrum pada acara rutin yaitu memBACAkan BUKU di Panti Wreda Budi Pertiwi Bandung.

Kesamaan hobi membaca buku, memunculkan ide untuk membuat Book Club, dimana segmen yang dituju adalah perempuan. Lalu muncul suatu gagasan yang unik, bahwa setiap kali acara di Book Club tersebut, pesertanya harus memakai kebaya/berkain. 

"Pemakaian kebaya dan berkain sebenarnya sudah menjadi kebiasaan sehari-hari kami. Hanya kami ingin memasyarakatkan hal tersebut di dalam Book Club, bukan mengusung hal yang besar karena kami menganggap berkebaya/berkain adalah sesuatu yang unik, khas, dan nyaman dipakai sehari-hari," kata ketiga pendiri Puspa Baca. 

Adapun arti dari nama Puspa Baca, yaitu "Puspa" jika diterjemahkan secara bebas memiliki arti Bunga atau hal indah yang kemudian identik dengan seorang perempuan. "Baca" merujuk kepada kegiatan membaca yang artinya usaha untuk belajar. Sehingga Puspa Baca memiliki arti tempat bagi perempuan untuk menambah pengetahuan melalui banyak kegiatan yang utamanya membaca. 

Puspa Baca mempunyai tagline: Tempat Perempuan Berkumpul, Membaca, dan Bergaya. 

"Harapannya Puspa Baca bisa menjadi sebuah wadah bagi para perempuan dengan minat yang sama dalam bidang literasi.  Literasi dalam arti luas, bukan hanya membaca buku, tetapi juga termasuk kegiatan seperti menulis, bercerita, menonton karya film, berdiskusi, dan lain-lain. 

Puspa Baca mempunyai empat program utama yaitu :


1.Puspa Litera  : External (Review & Bedah Buku/Film, Workshop Aneka Kegiatan dll)

2.Puspa Daya   : Internal ( Self Improvement, Hobi, Workshop dll)

3.Puspa Gaya     : Workshop Kecantikan, Keterampilan dll

4.Puspa Pedulli  : Donor Darah, Kunjungan Panti, Donasi

Keberadaan Puspa Baca saat ini diharapkan nantinya dapat menjadi rumah yang nyaman bagi perempuan secara luas dengan program-program tersebut.(Siaran Pers Puspa Baca)

Banyak dibaca

UPA Karier ISBI Bandung Bakal Gelar Workshop Penyusunan CV dan Teknik Wawancara, Ini Link Pendaftarannya

BANDUNG,(Golali) - Unit Penunjang Akademik (UPA) Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (PKK) ISBI Bandung atau UPA Karier ISBI Bandung akan menggelar kegiatan Workshop Penyusunan CV dan Teknik Wawancara dengan tema "Trik Siap Kerja: Bikin CV dan Lolos Interview HR". Kegiatan Workshop Penyusunan CV dan Teknik Wawancara ditujukkan kepada mahasiswa dan alumni ISBI Bandung.  "Tujuan dari Workshop Penyusunan CV dan Teknik Wawancara ini, untuk mengembangkan skill mahasiswa dan alumni ISBI Bandung," kata Kepala UPA Karier ISBI Bandung, Rieka Sukmawati,S.Sn.,M.Sn kepada Golali, Selasa 22 September 2026.  Kegiatan Workshop Penyusunan CV dan Teknik Wawancara ini akan berlangsung pada: Hari/Tanggal : Sabtu, 26 September 2026  Lokasi : Ruang Sidang Lantai 4 ISBI Bandung Waktu : 09.00–15.00 WIB Workshop Penyusunan CV dan Teknik Wawancara menghadirkan narasumber yang kompeten dalam bidang HRD dan psikologi yaitu :  1.Narasumber Penyusunan CV Dr. Wahyitno, S.Pd., M.M., CH...

Resensi Buku Raffles dan Invasi Inggris ke Jawa

Jawa, tanah penuh sejarah ini tak hanya pernah dijajah bangsa Belanda dan Jepang. Namun Inggris pun pernah mencari keuntungan di wilayah ini tepatnya pada 1811-1816, dibawah kuasa Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles. Masuknya Inggris ke Jawa terjadi saat Belanda dijajah Prancis (waktu bersamaan Inggris dan Prancis berperang). Kapal laut yang membawa Raffles bersama rombongan mendarat di Jawa 4 pada Agustus 1811, tepatnya di kawasan Cilincing atau sekitar 12 kilometer dari Batavia yang telah menjadi ibu kota Hindia Belanda (hal 11). Buku Raffles dan Invasi Inggris ke Jawa menceritakan bagaimana Raffles berkuasa di Jawa, namun invasi Inggris di Jawa ini membawa kerugian. Pasalnya koloni yang dipimpinnya berada di ambang keruntuhan keuangan total. Prediksi Raffles tentang keuntungan anggaran sebesar 750.000 dolar dari Jawa pada 1812 berubah menjadi kerugian besar, karena petualangan militernya. Raffles mengira pertempuran yang direncakannya bisa terbayar dengan sendirinya: katanya ist...

Summer Marché Vol. II jadi Penutup 26° Rhapsody dari TAZA

Koleksi TAZA (dok : TAZA) JAKARTA,(Golali) - TAZA, brand modest Indonesia, menutup rangkaian kampanye 26° Rhapsody melalui Summer Marché Vol. II, yang berlangsung pada 17–20 September 2026 di Barnyard, Jakarta Selatan.  Cherry tomato menjadi icon dari 26° Rhapsody. Dari benih yang kecil, cherry tomato tumbuh melalui setiap fasenya; bertunas, berbunga, hingga akhirnya berbuah. Ada yang berwarna hijau hingga merah cerah. Semuanya membutuhkan waktu, perhatian, dan kesabaran.   “Bagi kami, fashion selalu punya ruang untuk membawa cerita yang lebih luas dari sekadar apa yang kita kenakan. Lewat 26° Rhapsody, kami ingin menghadirkan koleksi yang nyaman, namun tetap memiliki cerita tentang proses bertumbuh di baliknya. Summer Marché Vol.II kemudian menjadi cara kami membawa cerita tersebut keluar dari pakaian dan menghidupkannya melalui ruang, rasa, kolaborasi, aktivitas, serta pertemuan," kata Founder TAZA, Ashilla Ramadhani dalam siaran pers yang diterima Golali, Senin 21 Sep...