Langsung ke konten utama

Resensi Buku Raffles dan Invasi Inggris ke Jawa


Jawa, tanah penuh sejarah ini tak hanya pernah dijajah bangsa Belanda dan Jepang. Namun Inggris pun pernah mencari keuntungan di wilayah ini tepatnya pada 1811-1816, dibawah kuasa Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles.

Masuknya Inggris ke Jawa terjadi saat Belanda dijajah Prancis (waktu bersamaan Inggris dan Prancis berperang).

Kapal laut yang membawa Raffles bersama rombongan mendarat di Jawa 4 pada Agustus 1811, tepatnya di kawasan Cilincing atau sekitar 12 kilometer dari Batavia yang telah menjadi ibu kota Hindia Belanda (hal 11). Buku Raffles dan Invasi Inggris ke Jawa menceritakan bagaimana Raffles berkuasa di Jawa, namun invasi Inggris di Jawa ini membawa kerugian.

Pasalnya koloni yang dipimpinnya berada di ambang keruntuhan keuangan total. Prediksi Raffles tentang keuntungan anggaran sebesar 750.000 dolar dari Jawa pada 1812 berubah menjadi kerugian besar, karena petualangan militernya.

Raffles mengira pertempuran yang direncakannya bisa terbayar dengan sendirinya: katanya istana Yogyakarta memiliki banyak harta. Dalam hal Yogyakarta, Raffles tampaknya melupakan aturan alokasi harta rampasan (hal 265-267).

Akhirnya atas semua kondisi tersebut yang berjalan selama hampir lima tahun, pada 25 Maret 1816, Raffles yang kurus dan lemah diangkut dari Batavia. Raffles begitu sakit sehingga pulang ke Inggris dan berharap udara di sana untuk sementara mungkin bisa menyelamatkan hidupnya (hal 361).

Mungkin dalam kolonialisme Raffles menyisakan cerita kelam tetapi dari sisi penelitian, Raffles mampu menyingkap keindahan dari Candi Borobudur dan candi-candi lainnya hingga akhirnya dikenal dunia.

Penyusunan daftar candi di Jawa akhirnya merupakan penaklukan Inggris yang paling ramah dan mengagumkan di Indonesia (hal 254).

Buku ini tak hanya mengisahkan sejarah di masa lalu, namun memadukan kondisi sekarang wilayah yang pernah diinjak Raffles. Sehingga bisa menjadi salah satu panduan untuk wisata sejarah bertema Raffles di Jawa. (Yatni Setianingsih/Golali.id)

Data Buku 

2 Juli 2020

Judul Buku                          : Raffles dan Invasi Inggris ke Jawa

Penulis                             : Tim Hannigan

Penerjemah                          : Bima Sudiarto

Jumlah Halaman                    : xv + 419

HalamanPenerbit                  : Kepustakaan Populer Gramedia

Cetakan                             : Pertama, Oktober 2015

ISBN                                :978-979-91-0956-9

BANYAK DIBACA

Ada Berapa Lampu Merah di Jalan Asia Afrika Kota Bandung?

Alun-alun Bandung di Jalan Asia Afrika (dok : Humas Pemkot Bandung) BANDUNG,(Golali) - Jalan Asia Afrika adalah jalan yang berada di pusat Kota Bandung. Berikut lampu merah di Jalan Asia Afrika Kota Bandung : 1) Perempatan Jalan Asia Afrika dan Jalan Tamblong 2) Perempatan Jalan Asia Afrika dan Jalan Otto Iskandar Dinata Itulah lampu merah yang ada di sepanjang Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Mengutip Jurnal Planning for Urban Region and Environment Volume 10, Nomor 4, yang diterbitkan pada Oktober 2021, panjang Jalan Asia Afrika di Kota Bandung yaitu : 1,5 kilometer yang membentang dari Parapatan Lima (Jalan Sunda, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Gatot Subroto) di bagian timur sampai dengan Jalan Jendral Sudirman di bagian barat. Mengutip siaran pers Humas Pemkot Bandung, Jalan Asia Afrika masuk ke dalam kawasan Jalan Raya Pos, yang dibangun di masa pemerintahan Hindia Belanda. Jalan Asia Afrika berada di Kecamatan Lengkong dan Sumur Bandung Kota Bandung. Saat ini Jal...

Pasar Tradisional di Jalan AH Nasution

BANDUNG,(Golali) - Di sepanjang Jalan AH Nasution sampai tahun 2026 ini, hanya terdapat satu pasar tradisional : = Pasar Ujung Berung Alamat atau lokasi Pasar Ujung Berung berada di Jalan AH Nasution Kota Bandung, sebelah timur dari Masjid Kaum Ujung Berung dan Kantor Kecamatan Ujung Berung. Sebelah barat dari Terminal Ujung Berung. Panjang Jalan AH Nasution sekitar 8,5 Km. Lokasi Jalan AH Nasution di Kota Bandung membentang dari sekitaran Eks Terminal Cicaheum sampai dengan kawasan Cibiru, dekat dengan perbatasan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat atau Jabar. (Yatni Setianingsih/Golali.id)

Nama Jalan di Kota Bandung dari Legenda Sangkuriang

BANDUNG,(Golali) - Legenda Sangkuriang adalah salah satu cerita rakyat dari masyarakat Sunda. Di Kota Bandung terdapat 2 nama jalan yang diambil dari tokoh-tokoh dalam Legenda Sangkuriang yaitu : 1) Jalan Sangkuriang Jalan Sangkuriang berada di dekat Jalan Siliwangi, Jalan Sumur Bandung, dan Jalan Ir H Djuanda (Dago). Letak Jalan Sangkuriang dekat dengan Forest Walk Babakan Siliwangi. 2) Jalan Dayang Sumbi Jalan Dayang Sumbi terletak dekat Jalan Taman Sari, Jalan Sumur Bandung, dan Jalan Ir H Djuanda (Dago). Lokasi Jalan Dayang Sumbi dekat dengan Kampus ITB dan Kebun Binatang Bandung. Jarak dari Jalan Dayang Sumbi ke Jalan Sangkuriang sekitar 500 meter. Untuk diketahui, Legenda Sangkuriang terkait dengan cerita rakyat tentang asal usul Gunung Tangkuban Parahu yang berada di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Adapun nama 2 tokoh dalam Legenda Sangkuriang tersebut yaitu Sangkuriang dan Dayang Sumbi. Sangkuriang adalah putra dari Dayang Sumbi. (Yatni Setia...