Langsung ke konten utama

Resep Odading, Roti Goreng khas Bandung

 

BANDUNG,(Golali) - Odading adalah salah satu cemilan khas Bandung, yang termasuk dalam jenis roti goreng. 

Inilah resep odading khas Bandung 

Bahan resep adonan odading :

300 gram tepung terigu protein tinggi (tepung terigu khusus untuk roti)

200 ml air hangat 

2 butir telur ayam

300 gram gula pasir

½ sendok teh garam (untuk pemberi rasa gurih penyeimbang dengan gula)

½ sendok teh vanili (pemberi aroma)

Ragi instan secukupnya (pengembang)

500 gram minyak goreng 

Cara membuat resep odading :

1. Campurkan semua bahan dalam baskom (kecuali air hangat dan minyak goreng) 

2. Aduk-aduk semua bahan dengan tangan hingga tercampur rata, tambahkan air hangat perlahan lalu aduk terus hingga kalis

3. Sisihkan dan tutup adonan dengan kain bersih selama 30 menit. Supaya adonan mengembang sempurna

4. Adonan yang telah mengembang kempeskan dengan cara ditekan atau ditinju.

5. Potong-potong adonan berbentuk persegi

6. Goreng dalam minyak yang panas

7. Bolak-balik hingga odading berwarna kecokelatan, angkat dan tiriskan.

8. Odading siap untuk disantap untuk sarapan maupun cemilan di saat santai.

Pada tahun 2020, odading sempat viral setelah dipopulerkan Ade Londok (seorang youtuber dan selebgram) melalui media sosial. Odading yang viral tersebut, yaitu odading yang diproduksi dan dijual Mang Oleh berlokasi di sekitar kawasan Pasar Kosambi Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar). (Yatni Setianingsih/Golali.id)

BANYAK DIBACA

Sejak Kapan ITB Ultra Marathon Digelar?

BANDUNG,(Golali) - ITB Ultra Marathon telah digelar setiap tahun sejak 2017, rute pada ITB Ultra Marathon dimulai dari Jakarta dan finish di Kota Bandung. Jarak rute ITB Ultra Marathon yaitu 170 – 180 kilometer. Dimulai dari Jakarta-Bogor-Puncak-Cianjur-Cipatat-Padalarang-Cimahi-Bandung. “Melalui ITB Ultra Marathon yang digelar sejak 2017, jumlah peserta meningkat dari tahun ke tahun. Mereka bisa berinteraksi dengan sesama alumni sehingga kebersamaan alumni, sivitas akademika ITB, dan umum itu bisa terjalin dan membangkitkan cinta almamater,” kata Ketua Yayasan Solidarity Forever, Ir. Susilo Siswoutomo dikutip dari siaran pers yang diterima Golali, Minggu 28 September 2025. Mengutip siaran pers yang dirilis ITB pada tahun 2025, ITB Ultra Marathon ini adalah prakarsa Yayasan Solidarity Forever yang dibentuk alumni Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB, sejak awal tahun 2016. Ide diadakannya acara ini sendiri digagas oleh salah satu alumni FTMD, Gatot Sudariyono. Tujuan dari IT...

Ekspor Shopee FLEXI Tambah Jangkauan Negara di Asia Tenggara

JAKARTA,(Golali) - Shopee menambah negara tujuan pada program Ekspor Shopee FLEXI, melalui peluncuran program ‘Jalan Global Kreasi Lokal’. Sebelumnya sejak diluncurkan pada pertengahan tahun 2025, Ekspor Shopee FLEXI baru menjaungkau wilayah Malaysia, lewat program ‘Jalan Global Kreasi Lokal’ yang diluncurkan pada 27 Oktober 2026, Shopee menambah 4 negara di Asia Tenggara yaitu Singapura, Filipina, Tailan, dan Brunei Darussalam.  Pada program ‘Jalan Global Kreasi Lokal’ ini, Shopee berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan mitra logistik Anteraja serta JNE. Selain itu, Shopee juga menghadirkan pembaruan fitur Program Ekspor Shopee FLEXI, menyelenggarakan pelatihan spesial Program Ekspor Shopee FLEXI, serta memfasilitasi program Seller Immersion ke Malaysia untuk memperkuat kapabilitas ekspor pengusaha lokal.  Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang menjelaskan perluasan jangkauan dan penguatan kapasitas penjual menja...

Sinopsis Buku Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1)

Buku Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1) yang ditulis Ojel Sansan Yusandi, mengisahkan tentang siapa saja yang menghuni Bandung, sebelum bernama Bandung seperti yang dikenal saat ini. Melansir dari akun instagram @lawangbuku inilah sinopsis Buku Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1) : Siapakah penghuni Bandung sebelum nama Bandung ada di atas panggung sejarah? Apakah Bandung sama dengan Tatar Ukur? Benarkah Kabupaten Bandung lahir dari “rahim sejarah yang berdarah-darah” akibat perseteruan politik tingkat tinggi antara Dipati Ukur dkk versus Sultan Agung Mataram di abad XVII? Melalui buku ini kita juga akan saksikan bahwa sepanjang abad XIX, Bandung masih merupakan “kampung kecil” tak penting dengan jalanan berdebu, kerap dilalui maung, penuh kubangan badak. Ya, Bandung sebelum abad ke-20 sangat pangling, jauh berbeda dengan Bandung yang kini kita kenal.(Yatni Setianingsih/Golali.id) Data Buku : Judul Buku      ...