Langsung ke konten utama

Sinopsis Buku Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1)


Buku Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1) yang ditulis Ojel Sansan Yusandi, mengisahkan tentang siapa saja yang menghuni Bandung, sebelum bernama Bandung seperti yang dikenal saat ini.

Melansir dari akun instagram @lawangbuku inilah sinopsis Buku Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1) :

Siapakah penghuni Bandung sebelum nama Bandung ada di atas panggung sejarah? Apakah Bandung sama dengan Tatar Ukur? Benarkah Kabupaten Bandung lahir dari “rahim sejarah yang berdarah-darah” akibat perseteruan politik tingkat tinggi antara Dipati Ukur dkk versus Sultan Agung Mataram di abad XVII? Melalui buku ini kita juga akan saksikan bahwa sepanjang abad XIX, Bandung masih merupakan “kampung kecil” tak penting dengan jalanan berdebu, kerap dilalui maung, penuh kubangan badak. Ya, Bandung sebelum abad ke-20 sangat pangling, jauh berbeda dengan Bandung yang kini kita kenal.(Yatni Setianingsih/Golali.id)

Data Buku :

Judul Buku                 : Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1)

Penulis                    : Ojel Sansan Yusandi

Penerbit                   : Propublic.info, Bandung, 2022.

Jumlah halaman             : 218

Ukuran                     : 18,2 x 25,7 cm

BANYAK DIBACA

Lirik Lagu APA? APA? APA? - Fabio Asher

Lagu berjudul APA? APA? APA? dirilis Fabio Asher pada 23 Oktober 2026.  Mengutip channel Youtube Fabio Asher, berikut lirik lagu APA? APA? APA? dari Fabio Asher Sapa manjamu kukira cuma untuk diriku Semua kali pertamaku kesekian untukmu Oh sayang tapi kumasih disini Semua gaya bercandaku jadi mirip dirimu Kata orang tak lucu tapi buatku sesuatu Oh sayang tak bisakah kita lebih dari ini Kita ini APA? APA? APA? Kenapa nyaman sekali Hingga terus kuulangi Kita ini APA? APA? APA? Meskipun ini tak mungkin Tapi tak mau kusudahi dulu   Jurus apa yang harus kupunya  Agar tak salah tangkap tanda Kalau bercanda bilang Biar ku tertawa bukan jatuh cinta Sakitnya bukan cuma di dada Apa daya ku cuma bisa Sendiri bertanya-tanya Mau kau bawa kemana Kita ini APA? APA? APA? Kenapa nyaman sekali Hingga terus kuulangi Kita ini APA? APA? APA? Meskipun ini tak mungkin Tapi tak mau kusudahi dulu Tak bisakah kita lebih dari ini... Kita ini APA? APA? APA? Kenapa nyaman sekali Hingga terus kuulangi...

Lokasi dan Angkot ke Lembur Katumbiri Bandung

BANDUNG,(Golali) - Lokasi atau alamat Lembur Katumbiri terletak di RW 12, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong Kota Bandung Provinsi Jawa Barat (Jabar). Walaupun tidak berada di pinggir jalan, setidaknya ada beberapa angkot yang melewati jalan raya untuk menuju Lembur Katumbiri, yang hanya jalan setapak bisa dilintasi sepeda, sepeda motor, dan berjalan kaki turun dari angkot di kawasan Jalan Siliwangi. Angkot ke Lembur Katumbiri Bandung : = Angkot Cicaheum – Ledeng = Angkot Cisitu – Tegallega = Angkot Cicaheum – Ciroyom Mengutip siaran pers Humas Pemkot Bandung, Lembur Katumbiri diresmikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan pada Selasa, 6 Mei 2025. Lembur Katumbiri oleh Pemkot Bandung dimassukan dalam kawasan wisata tematik.  Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga pada saat itu, Didi Ruswandi menyebutkan kawasan ini sebelumnya dikenal sebagai “Kampung Pelangi 200” yang sempat viral pada tahun 2020. Kampung tersebut direvitalisasi dengan pengecatan ulang 347 rumah menggunakan 504 ...

Museum Dekat Alun-alun Bandung

(dok : Humas Pemkot Bandung) BANDUNG,(Golali) - Alamat atau lokasi Alun-alun Bandung berada di Jalan Asia Afrika Kota Bandung. Alun-alun Bandung menjadi salah satu objek wisata di Kota Bandung. Untuk masuk Alun-alun Bandung, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk alias gratis, asalkan menjaga kebersihan dan keamanan. Di dekat Alun-alun Bandung, terdapat beberapa tempat wisata salah satunya museum. Museum dekat Alun-alun Bandung yaitu : 1. Museum Konferensi Asia Afrika atau KAA yang berada di Jalan Asia Afrika No 65 Kota Bandung atau sebelum Alun-alun Bandung. Museum KAA satu kompleks dengan Gedung Merdeka, lokasi ini menjadi tempat berlangsungnya Konferensi Asia Afrika (KAA) pada tahun 1955. Selain Museum KAA, wisatawan yang berada di Alun-alun Bandung dapat melihat berbagai bangunan yang telah ada sejak masa kolonial Belanda, berlokasi di sepanjang Jalan Asia Afrika seperti hotel, bank, kantor pos, dan lain-lain. 2. Museum Wolff Schoemaker yang berada di Jalan Asia Afrika No 81 Kota ...