Langsung ke konten utama

Ini Tujuan Wana Erajaya di Tahura Bandung

(dok : Erajaya Group)

KABUPATEN BANDUNG,(Golali) - Erajaya Group berkolaborasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda atau Tahura Dago, menjalankan program konservasi lingkungan “Wana Erajaya”. Sebelumnya program Wana Erajaya telah dijalankan di Rumpin Kabupaten Bogor sejak tahun 2018 bekerja sama dengan Balai Pendidikan dan Lingkungan Hidup Rumpin.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Erajaya Group dan UPTD Tahura Ir. H. Djuanda Selasa 5 Agustus 2025, dalam seremoni bertajuk “Jejak Kolaborasi Hijau untuk Masa Depan Lestari”, 

“Melalui program Wana Erajaya, kami ingin memberikan kontribusi yang nyata terhadap pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan konservasi. Kolaborasi dengan Tahura Djuanda adalah tonggak penting dalam perjalanan kami, yang kami harapkan dapat membawa dampak positif jangka panjang bagi lingkungan dan generasi mendatang," kata Wakil Direktur Utama Erajaya Group, Hasan Aula. 

Dalam kerja sama kali ini, area Blok Lindung Tahura seluas 10 hektar akan menjadi fokus utama program konservasi Erajaya Group hingga tahun 2027.Selain melanjutkan program konservasi, Erajaya Group juga berencana mengembangkan persemaian bibit tanaman di kawasan ini. Persemaian tersebut akan mendukung berbagai program rehabilitasi, konservasi, dan inisiatif lingkungan lainnya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.

Sebagai pemimpin industri ritel nasional, Erajaya terus menunjukkan komitmennya terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Pilar konservasi lingkungan menjadi bagian utama dari strategi keberlanjutan perusahaan. Inisiatif ini sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ekosistem dan keanekaragaman hayati. (Yatni Setianingsih/Golali.id)

BANYAK DIBACA

Sejak Kapan ITB Ultra Marathon Digelar?

BANDUNG,(Golali) - ITB Ultra Marathon telah digelar setiap tahun sejak 2017, rute pada ITB Ultra Marathon dimulai dari Jakarta dan finish di Kota Bandung. Jarak rute ITB Ultra Marathon yaitu 170 – 180 kilometer. Dimulai dari Jakarta-Bogor-Puncak-Cianjur-Cipatat-Padalarang-Cimahi-Bandung. “Melalui ITB Ultra Marathon yang digelar sejak 2017, jumlah peserta meningkat dari tahun ke tahun. Mereka bisa berinteraksi dengan sesama alumni sehingga kebersamaan alumni, sivitas akademika ITB, dan umum itu bisa terjalin dan membangkitkan cinta almamater,” kata Ketua Yayasan Solidarity Forever, Ir. Susilo Siswoutomo dikutip dari siaran pers yang diterima Golali, Minggu 28 September 2025. Mengutip siaran pers yang dirilis ITB pada tahun 2025, ITB Ultra Marathon ini adalah prakarsa Yayasan Solidarity Forever yang dibentuk alumni Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB, sejak awal tahun 2016. Ide diadakannya acara ini sendiri digagas oleh salah satu alumni FTMD, Gatot Sudariyono. Tujuan dari IT...

Ekspor Shopee FLEXI Tambah Jangkauan Negara di Asia Tenggara

JAKARTA,(Golali) - Shopee menambah negara tujuan pada program Ekspor Shopee FLEXI, melalui peluncuran program ‘Jalan Global Kreasi Lokal’. Sebelumnya sejak diluncurkan pada pertengahan tahun 2025, Ekspor Shopee FLEXI baru menjaungkau wilayah Malaysia, lewat program ‘Jalan Global Kreasi Lokal’ yang diluncurkan pada 27 Oktober 2026, Shopee menambah 4 negara di Asia Tenggara yaitu Singapura, Filipina, Tailan, dan Brunei Darussalam.  Pada program ‘Jalan Global Kreasi Lokal’ ini, Shopee berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan mitra logistik Anteraja serta JNE. Selain itu, Shopee juga menghadirkan pembaruan fitur Program Ekspor Shopee FLEXI, menyelenggarakan pelatihan spesial Program Ekspor Shopee FLEXI, serta memfasilitasi program Seller Immersion ke Malaysia untuk memperkuat kapabilitas ekspor pengusaha lokal.  Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang menjelaskan perluasan jangkauan dan penguatan kapasitas penjual menja...

Sinopsis Buku Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1)

Buku Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1) yang ditulis Ojel Sansan Yusandi, mengisahkan tentang siapa saja yang menghuni Bandung, sebelum bernama Bandung seperti yang dikenal saat ini. Melansir dari akun instagram @lawangbuku inilah sinopsis Buku Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1) : Siapakah penghuni Bandung sebelum nama Bandung ada di atas panggung sejarah? Apakah Bandung sama dengan Tatar Ukur? Benarkah Kabupaten Bandung lahir dari “rahim sejarah yang berdarah-darah” akibat perseteruan politik tingkat tinggi antara Dipati Ukur dkk versus Sultan Agung Mataram di abad XVII? Melalui buku ini kita juga akan saksikan bahwa sepanjang abad XIX, Bandung masih merupakan “kampung kecil” tak penting dengan jalanan berdebu, kerap dilalui maung, penuh kubangan badak. Ya, Bandung sebelum abad ke-20 sangat pangling, jauh berbeda dengan Bandung yang kini kita kenal.(Yatni Setianingsih/Golali.id) Data Buku : Judul Buku      ...