Langsung ke konten utama

Resep Cilok Original Sunda


BANDUNG, (Golali) - Cilok alias aci dicolok adalah kuliner khas Sunda, berbahan utama tepung terigu dan tapioka.

Berikut resep cilok khas Sunda 

1.Resep Cilok 

2.Resep bumbu kacang 

3.Pelengkap Cilok 

Bahan resep cilok 

250 gram tepung terigu 

200 gram tepung tapioka (kanji/aci)

1/2 sendok teh garam 

1/4 sendok teh merica bubuk

750 ml air 

Cara membuat resep cilok 

1. Campurkan tepung terigu dan tepung tapioka, juga bumbu. 

2. Aduk-aduk hingga tercampur, sisihkan 

3. Didihkan 250 air, lalu tambahkan sedikit-sedikit kedalam campuran adonan tepung, aduk dengan sendok kayu hingga dapat dipulung

4.Bentuk adonan bulat-bulat seukuran kelereng

5. Didihkan 500 ml air, setelah mendidih masukkan cilok hingga mengapung 

6. Tiriskan lalu kukus selama 30 menit


Bahan resep bumbu kacang 

200 gram kacang tanah 

200 gram minyak sayur

1 siung bawang putih 

1/2 sendok teh garam 

250 ml air 

5 gram gula merah 

Cara membuat resep bumbu kacang 

1. Goreng kacang tanah hingga matang, angkat dan tiriskan 

2. Haluskan kacang tanah, bawang putih, dan garam

3. Masukkan dalam panci air dan kacang tanah yang telah dihaluskan 

4. Rebus sambil diaduk hingga matang, tambahkan gula merah hingga larut, angkat dan sisihkan 

Bahan pelengkap cilok

100 ml kecap manis 

Cara menyajikan cilok 

Tusuk cilok, taruh dalam piring, kemudian tambahkan bumbu kacang dan kecap manis. Cilok siap disajikan dan disantap dengan cara ditusuk (dicolok dalam bahasa Sunda) menggunakan garpu atau tusuk sate. (Yatni Setianingsih/Golali.id) 

BANYAK DIBACA

Sejak Kapan ITB Ultra Marathon Digelar?

BANDUNG,(Golali) - ITB Ultra Marathon telah digelar setiap tahun sejak 2017, rute pada ITB Ultra Marathon dimulai dari Jakarta dan finish di Kota Bandung. Jarak rute ITB Ultra Marathon yaitu 170 – 180 kilometer. Dimulai dari Jakarta-Bogor-Puncak-Cianjur-Cipatat-Padalarang-Cimahi-Bandung. “Melalui ITB Ultra Marathon yang digelar sejak 2017, jumlah peserta meningkat dari tahun ke tahun. Mereka bisa berinteraksi dengan sesama alumni sehingga kebersamaan alumni, sivitas akademika ITB, dan umum itu bisa terjalin dan membangkitkan cinta almamater,” kata Ketua Yayasan Solidarity Forever, Ir. Susilo Siswoutomo dikutip dari siaran pers yang diterima Golali, Minggu 28 September 2025. Mengutip siaran pers yang dirilis ITB pada tahun 2025, ITB Ultra Marathon ini adalah prakarsa Yayasan Solidarity Forever yang dibentuk alumni Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB, sejak awal tahun 2016. Ide diadakannya acara ini sendiri digagas oleh salah satu alumni FTMD, Gatot Sudariyono. Tujuan dari IT...

Ekspor Shopee FLEXI Tambah Jangkauan Negara di Asia Tenggara

JAKARTA,(Golali) - Shopee menambah negara tujuan pada program Ekspor Shopee FLEXI, melalui peluncuran program ‘Jalan Global Kreasi Lokal’. Sebelumnya sejak diluncurkan pada pertengahan tahun 2025, Ekspor Shopee FLEXI baru menjaungkau wilayah Malaysia, lewat program ‘Jalan Global Kreasi Lokal’ yang diluncurkan pada 27 Oktober 2026, Shopee menambah 4 negara di Asia Tenggara yaitu Singapura, Filipina, Tailan, dan Brunei Darussalam.  Pada program ‘Jalan Global Kreasi Lokal’ ini, Shopee berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan mitra logistik Anteraja serta JNE. Selain itu, Shopee juga menghadirkan pembaruan fitur Program Ekspor Shopee FLEXI, menyelenggarakan pelatihan spesial Program Ekspor Shopee FLEXI, serta memfasilitasi program Seller Immersion ke Malaysia untuk memperkuat kapabilitas ekspor pengusaha lokal.  Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang menjelaskan perluasan jangkauan dan penguatan kapasitas penjual menja...

Sinopsis Buku Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1)

Buku Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1) yang ditulis Ojel Sansan Yusandi, mengisahkan tentang siapa saja yang menghuni Bandung, sebelum bernama Bandung seperti yang dikenal saat ini. Melansir dari akun instagram @lawangbuku inilah sinopsis Buku Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1) : Siapakah penghuni Bandung sebelum nama Bandung ada di atas panggung sejarah? Apakah Bandung sama dengan Tatar Ukur? Benarkah Kabupaten Bandung lahir dari “rahim sejarah yang berdarah-darah” akibat perseteruan politik tingkat tinggi antara Dipati Ukur dkk versus Sultan Agung Mataram di abad XVII? Melalui buku ini kita juga akan saksikan bahwa sepanjang abad XIX, Bandung masih merupakan “kampung kecil” tak penting dengan jalanan berdebu, kerap dilalui maung, penuh kubangan badak. Ya, Bandung sebelum abad ke-20 sangat pangling, jauh berbeda dengan Bandung yang kini kita kenal.(Yatni Setianingsih/Golali.id) Data Buku : Judul Buku      ...