Langsung ke konten utama

Resep Batagor Bandung yang Simpel

 

BANDUNG,(Golali) - Batagor (baso tahu goreng) adalah kuliner khas Bandung.

Begini resep batagor 

Bahan resep adonan batagor

2 sendok makan tepung tapioka

1 sendok makan tepung terigu 

50 gram daging ikan tenggiri yang telah dihaluskan 

4 buah tahu putih (potong diagonal, sayat sedikit bagian tengahnya)

1 lembar daun bawang iris-iris 

250 minyak sayur 

50 ml air 

Bumbu halus resep adonan batagor 

2 siung bawang putih 

1/2 sendok teh garam 

1/4 sendok teh merica 

Cara membuat resep batagor

1. Campurkan tepung tapioka, tepung terigu, daging ikan tenggiri, daun bawang, dan bumbu halus. Aduk-aduk sambil ditambahkan air sedikit-sedikit. Uleni hingga kalis.

2.Masukkan adonan pada potongan tahu, kemudian goreng dalam minyak sayur dengan menggunakan api besar lalu api sedang

3.Angkat, tiriskan, dan sisihkan 

Bahan bumbu kacang batagor 

250 gram kacang tanah 

250 gram minyak sayur 

1/2 sendok teh garam 

10 gram gula merah 

1 siung bawang putih

2 buah cabai rawit

300 ml air 

Cara membuat bumbu kacang batagor 

1. Goreng kacang tanah hingga warnanya kecokelatan, angkat dan tiriskan 

2. Haluskan kacang tanah dengan ditambah dengan garam, cabai rawit, dan bawang putih 

3. Campurkan kacang tanah yang telah halus dengan air dalam panci, lalu jerang (rebus) sambil diaduk hingga mendidih, tambahkan gula merah terus diaduk hingga larut dan mendidih

4. Angkat dan sisihkan

Bahan pelengkap batagor

50 ml kecap manis 

1 buah mentimun potong-potong 

1 jeruk purut potong bagi dua 

Cara menyajikan batagor 

1. Siapkan piring, potong-potong batagor

2. Tambahkan potongan mentimun

3. Guyur dengan bumbu kacang dan tambahkan kecap

4. Tambahkan perasan air jeruk purut

5. Batagor siap dihidangkan dan disantap 


(Yatni Setianingsih/Golali.id) 

BANYAK DIBACA

Sejak Kapan ITB Ultra Marathon Digelar?

BANDUNG,(Golali) - ITB Ultra Marathon telah digelar setiap tahun sejak 2017, rute pada ITB Ultra Marathon dimulai dari Jakarta dan finish di Kota Bandung. Jarak rute ITB Ultra Marathon yaitu 170 – 180 kilometer. Dimulai dari Jakarta-Bogor-Puncak-Cianjur-Cipatat-Padalarang-Cimahi-Bandung. “Melalui ITB Ultra Marathon yang digelar sejak 2017, jumlah peserta meningkat dari tahun ke tahun. Mereka bisa berinteraksi dengan sesama alumni sehingga kebersamaan alumni, sivitas akademika ITB, dan umum itu bisa terjalin dan membangkitkan cinta almamater,” kata Ketua Yayasan Solidarity Forever, Ir. Susilo Siswoutomo dikutip dari siaran pers yang diterima Golali, Minggu 28 September 2025. Mengutip siaran pers yang dirilis ITB pada tahun 2025, ITB Ultra Marathon ini adalah prakarsa Yayasan Solidarity Forever yang dibentuk alumni Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB, sejak awal tahun 2016. Ide diadakannya acara ini sendiri digagas oleh salah satu alumni FTMD, Gatot Sudariyono. Tujuan dari IT...

Ekspor Shopee FLEXI Tambah Jangkauan Negara di Asia Tenggara

JAKARTA,(Golali) - Shopee menambah negara tujuan pada program Ekspor Shopee FLEXI, melalui peluncuran program ‘Jalan Global Kreasi Lokal’. Sebelumnya sejak diluncurkan pada pertengahan tahun 2025, Ekspor Shopee FLEXI baru menjaungkau wilayah Malaysia, lewat program ‘Jalan Global Kreasi Lokal’ yang diluncurkan pada 27 Oktober 2026, Shopee menambah 4 negara di Asia Tenggara yaitu Singapura, Filipina, Tailan, dan Brunei Darussalam.  Pada program ‘Jalan Global Kreasi Lokal’ ini, Shopee berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan mitra logistik Anteraja serta JNE. Selain itu, Shopee juga menghadirkan pembaruan fitur Program Ekspor Shopee FLEXI, menyelenggarakan pelatihan spesial Program Ekspor Shopee FLEXI, serta memfasilitasi program Seller Immersion ke Malaysia untuk memperkuat kapabilitas ekspor pengusaha lokal.  Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang menjelaskan perluasan jangkauan dan penguatan kapasitas penjual menja...

Sinopsis Buku Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1)

Buku Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1) yang ditulis Ojel Sansan Yusandi, mengisahkan tentang siapa saja yang menghuni Bandung, sebelum bernama Bandung seperti yang dikenal saat ini. Melansir dari akun instagram @lawangbuku inilah sinopsis Buku Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1) : Siapakah penghuni Bandung sebelum nama Bandung ada di atas panggung sejarah? Apakah Bandung sama dengan Tatar Ukur? Benarkah Kabupaten Bandung lahir dari “rahim sejarah yang berdarah-darah” akibat perseteruan politik tingkat tinggi antara Dipati Ukur dkk versus Sultan Agung Mataram di abad XVII? Melalui buku ini kita juga akan saksikan bahwa sepanjang abad XIX, Bandung masih merupakan “kampung kecil” tak penting dengan jalanan berdebu, kerap dilalui maung, penuh kubangan badak. Ya, Bandung sebelum abad ke-20 sangat pangling, jauh berbeda dengan Bandung yang kini kita kenal.(Yatni Setianingsih/Golali.id) Data Buku : Judul Buku      ...