Langsung ke konten utama

Resensi Buku Telusur Bandung


Buku Telusur Bandung yang ditulis Teguh Amor Patria, menjabarkan tentang Kota Bandung. Seperti kebanyakan buku tentang Kota Bandung lainnya, yang menyuguhkan tentang sejarah Kota Bandung, buku Telusur Bandung pun dimulai dengan sejarah Kota Bandung termasuk tentang pembentukan Kota Bandung secara geologis.

“Cekungan Bandung memiliki sejarah yang unik dan luar biasa; bahwa lokasi Kota Bandung berdiri sekarang pernah berupa danau purba besar.

Sisa Danau Purba Bandung masih dapat disaksikan hingga awal abad ke-19. Hingga masa itu, masih banyak terdapat rawa-rawa di cekungan Bandung, seperti di Ranca Oray, Ranca Buntu, Ranca Ekek, dan Ranca Badak. Mengacu pada nama yang terakhir disebut, konon banyak terdapat badak yang berkubang di daerah itu sehingga keberadaannya diabadikan melalui patung badak putih di Taman Balai Kota Bandung sekarang,” (Halaman 2 – 5)

Buku Telusur Bandung pun mengisahkan tentang berbagai peristiwa sejarah yang terjadi di Kota Bandung, seperti peristiwa Bandung Lautan Api dan Konferensi Asia Afrika.

Dalam buku Telusur Bandung pun menjelaskan tentang kondisi Kota Bandung, dari segi pembangunanan dan sisi masyarakat sampai buku ini diterbitkan pada tahun 2014.

Juga tentang objek wisata di Kota Bandung sampai dengan pilihan transportasi menuju Kota Bandung dari berbagai daerah.(Yatni Setianingsih/Golali.id)


Data Buku


Judul Buku : Telusur Bandung

Penulis : Teguh Amor Patria

Penerbit : PT Elex Media Komputindo

Tahun Terbit : 2014

BANYAK DIBACA

Sinopsis Buku Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1)

Buku Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1) yang ditulis Ojel Sansan Yusandi, mengisahkan tentang siapa saja yang menghuni Bandung, sebelum bernama Bandung seperti yang dikenal saat ini. Melansir dari akun instagram @lawangbuku inilah sinopsis Buku Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1) : Siapakah penghuni Bandung sebelum nama Bandung ada di atas panggung sejarah? Apakah Bandung sama dengan Tatar Ukur? Benarkah Kabupaten Bandung lahir dari “rahim sejarah yang berdarah-darah” akibat perseteruan politik tingkat tinggi antara Dipati Ukur dkk versus Sultan Agung Mataram di abad XVII? Melalui buku ini kita juga akan saksikan bahwa sepanjang abad XIX, Bandung masih merupakan “kampung kecil” tak penting dengan jalanan berdebu, kerap dilalui maung, penuh kubangan badak. Ya, Bandung sebelum abad ke-20 sangat pangling, jauh berbeda dengan Bandung yang kini kita kenal.(Yatni Setianingsih/Golali.id) Data Buku : Judul Buku      ...

Inilah Sejarah Kota Bandung

(dok : Humas Pemkot Bandung) BANDUNG,(Golali) - Sekitar akhir tahun 1808/awal tahun 1809, Bupati beserta sejumlah rakyatnya pindah dari Krapyak mendekati lahan bakal ibukota baru. Mula-mula Bupati tinggal di Cikalintu (daerah Cipaganti), kemudian pindah ke Balubur Hilir, selanjutnya pindah lagi ke Kampung Bogor (Kebon Kawung, pada lahan Gedung Pakuan sekarang). Bupati memimpin sejumlah rakyatnya, termasuk penduduk Kampung Balubur Hilir, membuka hutan pada lahan bakal ibukota (daerah Cikapundung hilir). Tidak diketahui secara pasti, berapa lama Kota Bandung dibangun. Akan tetapi, kota itu dibangun bukan atas prakarsa Daendels, melainkan atas prakarsa Bupati Bandung, bahkan pembangunan kota itu dipimpin langsung oleh Bupati. Dengan kata lain Bupati R.A. Wiranatakusumah II adalah pendiri (The Founding Father) Kota Bandung. Kota Bandung tidak berdiri bersamaan dengan pembentukan Kabupaten Bandung. Kota itu dibangun dengan tenggang waktu sangat jauh setelah Kabupaten Bandung berdiri. Kabup...

Sejak Kapan ITB Ultra Marathon Digelar?

BANDUNG,(Golali) - ITB Ultra Marathon telah digelar setiap tahun sejak 2017, rute pada ITB Ultra Marathon dimulai dari Jakarta dan finish di Kota Bandung. Jarak rute ITB Ultra Marathon yaitu 170 – 180 kilometer. Dimulai dari Jakarta-Bogor-Puncak-Cianjur-Cipatat-Padalarang-Cimahi-Bandung. “Melalui ITB Ultra Marathon yang digelar sejak 2017, jumlah peserta meningkat dari tahun ke tahun. Mereka bisa berinteraksi dengan sesama alumni sehingga kebersamaan alumni, sivitas akademika ITB, dan umum itu bisa terjalin dan membangkitkan cinta almamater,” kata Ketua Yayasan Solidarity Forever, Ir. Susilo Siswoutomo dikutip dari siaran pers yang diterima Golali, Minggu 28 September 2025. Mengutip siaran pers yang dirilis ITB pada tahun 2025, ITB Ultra Marathon ini adalah prakarsa Yayasan Solidarity Forever yang dibentuk alumni Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB, sejak awal tahun 2016. Ide diadakannya acara ini sendiri digagas oleh salah satu alumni FTMD, Gatot Sudariyono. Tujuan dari IT...