Langsung ke konten utama

Resensi Buku Bukan Sekadar Tahu Goreng Biasa

Batagor

Tahu, makanan yang satu ini memang bukan asli Indonesia tetapi sangat familiar di tanah air sejak lama dan telah diolah menjadi berbagai sajian menu.

Hal ini seperti yang terungkap dalam buku berjudul 25 Resep Camilan untuk Usaha Boga yang Menjanjikan Bukan Sekadar Tahu Goreng Biasa, ditulis Dewi Untari.

Dalam buku 25 Resep Camilan untuk Usaha Boga yang Menjanjikan Bukan Sekadar Tahu Goreng Biasa, pembaca akan menemukan 25 resep olahan tahu yang digoreng dari berbagai daerah. Seperti tahu pletok khas Slawi, tahu pong, tahu boom, tahu kipas, batagor, kroket tahu, dan lain-lain. (Yatni Setianingsih/Golali.id)

Data Buku

Judul Buku : 25 Resep Camilan untuk Usaha Boga yang Menjanjikan Bukan Sekadar Tahu Goreng Biasa

Penulis : Dewi Untari

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : Agustus 2010

Banyak dibaca

Nama Jalan Braga dari Masa ke Masa

BANDUNG,(Golali) - Jalan Braga adalah salah satu jalan yang terkenal di Kota Bandung, Jalan Braga pun menjadi ikon dari Kota Bandung. Sebelum bernama Jalan Braga atau Bragaweg, jalan ini telah berganti nama beberapa kali. Melansir buku Nostalgia Bragaweg Tempo Doeloe 1930-1950 yang ditulis Sudarsono Katam, berikut nama-nama yang pernah disematkan pada Jalan Braga : 1) Jalan Wanayasa karena menjadi jalan penghubung Sumedenglarang dan Wanayasa pada zaman Kerajaan Pajajaran. 2) Karrenweg dan Pedatiweg Nama ini diberikan karena menjadi jalan yang digunakan penduduk dan untuk mengangkut hasil bumi terutama kopi dari Gudang Kopi (kawasan Balai Kota sekarang) ke Grote Postweg (kawasan Jalan Asia Afrika sekarang) sebagai jalan angkutan utama antar kota. Nama Jalan Pedatiweg berkaitan dengan penggunaan pedati sebagai transportasi umum yang digunakan untuk melintasi jalan tersebut. 3) Jalan Braga atau Bragaweg Sementara perubahan nama menjadi Bragaweg Jalan Braga, sampai saat ini belum jelas as...

Resensi Buku Jejak Kuliner Arab di Pulau Jawa

Buku Jejak Kuliner Arab di Pulau Jawa membeberkan berbagai sajian kuliner Arab yang terdapat diberbagai daerah di Indonesia, yang memang disajikan para pemilik tempat makan keturunan Arab. “Masakan Arab dipengaruhi oleh masakan dari negara-negara di Saudi Arabia yang meliputi kawasan Tunisia, Yaman, Somalia, Mesir, Turki, Afghanistan, Iran, India, termasuk Afrika Utara” (halaman 14) “Bahan, bumbu aneka rempah biasa digunakan dalam membuat masakan khas Arab dan Timur Tengah. Yang terutama adalah bumbu jinten, pala, cengkih, kayu manis, kapulaga, daun kari (curry leaf), adas manis, yoghurt, zaitun, ketumbar, minyak samin, lada hitam, garam masala, keju feta, safron, klabet. Hidangan Arab dan Timur Tengah sangatlah lengkap. Mulai dari aneka appetizer (makanan pembuka) seperti salad, menu utama (main course) hingga dessert (makanan penutup/cuci mulut) yang bercita rasa manis seperti Mahalabiya dan Umm Ali)” (Halaman 15 – 17) Seperti diketahui, para pendatang Arab memasuki Nusantara telah l...

Jalan di Kota Bandung dari Nama Pahlawan Revolusi

BANDUNG,(Golali) - Jalan di Kota Bandung memiliki beragam nama, mulai dari nama gunung, sungai, sampai dengan Pahlawan Revolusi. Berikut nama Pahlawan Revolusi yang menjadi nama jalan di Kota Bandung : 1) Jalan Jendral Ahmad Yani Jalan Jendral Ahmad Yani membentang dari parapatan lima sampai X Terminal Cicaheum 2) Jalan Brigjen Katamso Jalan Brigjen Katamso membentang dari sekitaran lampu merah Jalan Supratman sampai dengan Jalan Pahlawan Itulah nama 2 Pahlawan Revolusi dari 10 Pahlawan Revolusi, yang menjadi nama jalan di Kota Bandung. (Yatni Setianingsih/Golali.id)