Montrav Dibangun dari Mimpi Mandiri

Owner Montrav, Gungun Gunawan
menunjukan salah satu produk tas Montrav
di Warehouse Montrav (foto : Yatni Setianingsih)
Deretan rak berisi beragam jenis tas produk Montrav yang siap dikemas serta dikirim ke customer di berbagai daerah di Indonesia hingga kawasan Asia Tenggara, memenuhi salah satu bagian warehouse (gudang) di kawasan sentra pergudangan yang berlokasi di Jalan Rumah Sakit Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar). 

Di beberapa sisi lainnya, para karyawan sibuk di depan komputer untuk mendata pengiriman barang, adapula yang melabeli nama dan alamat tujuan dari customer yang memesan melalui marketplace Shopee, pada produk Montrav yang telah dikemas. 

"Asal customer di atas 30 persen berasal dari Jawa barat. Untuk ekspor negara-negara ASEAN antara lain Malaysia, Tailan, Filipina, dan Singapura. Ekspor ini melalui Ekspor Shopee Flexi jadi kita yang kelola," cerita Founder sekaligus Owner Montrav, Gungun Gunawan kepada Golali di Warehouse Montrav, Kamis 9 Juli 2026. 

Lebih lanjut, Gungun menjelaskan semua produk Montrav diproduksi menggunakan bahan baku dan dikerjakan oleh karyawan asli Indonesia, walaupun produknya telah menembus pasar luar negeri. 

Untuk produksi produk Montrav berlangsung di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung. 

"Saat ini jumlah karyawan mencapai 9 orang, kebanyakan bagian produksi. Kapasitas produksi 3.000 pieces per bulan," sambung Gungun.


Keputusan jadi Pengusaha 

Keputusan Gungun membangun bisnis mandiri alias jadi pengusaha, diakuinya telah penuh pertimbangan. Dunia tas telah lama digeluti Gungun, yang sebelumnya bekerja di salah satu produsen tas lokal. 

Sambil bekerja, Gungun pun memulai berjualan tas secara dropshipper di Shopee mulai tahun 2017. Setelah dirasa memiliki modal dan keahlian dalam bidang tas, Gungun mengundurkan diri dan membangun bisnis sendiri. 

"Tahun 2021 mulai memproduksi tas sendiri dengan merek Montrav. Produk tas dipilih karena belum banyak (yang memproduksi tas untuk traveling dan naik gunung) tetapi punya potensi besar," ceritanya. 

Gungun mengaku memulai membuka bisnis Montrav dengan modal Rp10 juta dari hasil bisnis dropshipper. Adapun produk tas yang dibuat Montrav mulai dari tas laptop, sling bag, waist bag, ransel, tas mandi, dan tas travel.

Untuk pemasaran, karena Gungun merasa sudah nyaman dengan Shopee, maka sejak awal produk Montrav pun dipasarkan secara online melalui Shopee dengan nama akun (toko) Montrav Official Shop. 

"Manfaat dengan adanya penjualan online, tinggal lihat dari handphone lebih memudahkan. Lebih instant," ungkap Gungun. 

Sejak awal berdiri, kata Gungun, omzet penjualan produknya setiap tahunnya naik 20 persen. 

Owner Montrav, Gungun Gunawan (kanan)
bersama Mitra Usaha Montrav, Mikail Haikal (kiri)
menjelaskan salah satu produk tas Montrav (foto : Yatni Setianingsih)

Mulai April 2026, Gungun berkolaborasi dengan Mikail Haikal sebagai mitra usaha dalam membesarkan bisnis Montrav. Salah satu strategi bisnis tersebut, yaitu menggunakan warehouse yang terpisah dengan lokasi produksi, tujuan utamanya untuk mempermudah pengelolaan pengiriman barang.

"Warehouse lebih bermanfaat untuk kita dan juga customer. Meminmalisir kesalahan pengiriman dan lebih cepat pengiriman," tutup Mikail. (Yatni Setianingsih/Golali.id)