Langsung ke konten utama

Artch Memikat Teman juga Pasar Ekspor

Karyawan Artch menjahit aneka tas
di rumah produksi Artch di Kota Bandung,
Kamis 9 Juli 2026 (foto : Yatni Setianingsih)

Suara mesin jahit terdengar dari berbagai sudut ruangan, saat memasuki rumah produksi Artch di bilangan Komplek Bumi Asri Kelurahan Gempolsari, Kecamatan Bandung Kulon Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Para penjahit yang seluruhnya pria, begitu cekatan dan telaten menjahit tiap bagian tas, yang menjadi salah satu produk dari Artch selain topi, rompi, celana, dan lain-lain.

Di sudut ruangan lain, karyawan lain menyiapkan kain yang akan dipotong mengikuti pola produk beragam jenis tas dan lainnya yang akan dibuat. Adapun jenis tas yang diproduksi Artch antara lain tas serut, ransel, sling bag, dan lain-lain.

Berawal dari keresahan


Artch lahir dari keresahan, Fahri Muhamad Ridwan selaku founder sekaligus owner Artch, yang merasa harus memiliki bisnis sendiri setelah berkelana bekerja di Surabaya dan Tangerang. Selain itu, kondisi teman-teman sebaya maupun lebih muda yang tergabung di Karang Taruna di tempat tinggalnya setelah selesai kuliah, lebih banyak menghabiskan waktu nongkrong.

"Sudah jenuh, sudah beres kuliah, timbul keresahan, masa nongkrong terus, coba jual tas serut," kata Fahri kepada Golali, di tempat produksi Artch, Kamis 9 Juli 2026.

Ide awal memproduksi tas serut tersebut, sambung Fahri terilhami dari adiknya bernama Galih Muhamad Iqbal yang juga menjadi owner Artch, yang sering bermain futsal membutuhkan tas untuk membawa perlengkapam futsal, seperti sepatu futsal. Menurutnya model tas serut sangat sesuai untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Owner Artch, Fahri Muhamad Ridwan (kanan) dan
Galih Muhamad Iqbal (kiri)
menunjukan tas produksinya (foto : Yatni Setianingsih)





Di mulai pada tahun 2015, tas serut tersebut mulai dijual Galih kepada temannya. Ternyata mereka sangat antusias untuk membelinya. Teman-temannya di Karang Taruna pun menjadi reseller untuk tas serut produksi Artch. Sehingga penjualan produk tas serut tersebut terus bertumbuh, namun mereka tak puas diri hanya sampai di situ, ada keinginan untuk memperluas pasar, akhirnya pada tahun 2016, Artch bergabung menjadi seller di Shopee dengan nama akun Artch Ofcial Shop.

"Saat masuk Shopee pun menjual tas serut, banyak permintaan juga," ungkap Fahri.

Soal produksi di awal membangun Artch tak mengalami kesulitan yang berarti, pasalnya lingkungan tempat produksi Artch ahlinya dalam memproduksi tas, termasuk teman dan keluarga besar Fahri dan Galih yang telah lama menggeluti dunia fashion termasuk juga memproduksi tas. Kini, Artch memiliki 17 karyawan dan mampu memproduksi hampir 10 ribu pieces per bulan.

Sistem penjualan yang dilakukan Artch, saat ini secara online melalui marketplace seperti Shopee, juga offline di beberapa lokasi di Indonesia.

"Untuk penjualan shopee (kontribusi) 75 persen," ucap Head of Marketing Artch, Mochamad Fauzi Ramadhan.

Sementara untuk wilayah pemasaran dari Artch, di Indonesia terbanyak ke Jakarta. Selain itu, produk Artch pun telah diekspor ke berbagai negara di Asia Tenggara yaitu Singapura, Filipina, Malaysia, dan Tailan, juga Asia Timur, serta Amerika Latin melalui program Ekspor Shopee.

"40 persen ekspor (kontribusi ekspor dari total penjualan secara umum)," imbuh Fauzi. (Yatni Setianingsih/Golali.id)

Banyak dibaca

2026/2027 ITB Terima 8.945 Mahasiswa

BANDUNG, (Golali) - ITB menerima  8.945 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Irwan Meilano, ST, M.Si. Jumlahnya dari 8.945 mahasiswa baru terdiri atas 5.468 mahasiswa program sarjana, 1.947 mahasiswa program magister, 563 mahasiswa program doktor, serta 967 mahasiswa program profesi. Mengutip siaran pers yang diterima Golali, Rabu 5 Agustus 2026, mahasiswa baru program sarjana ITB angkatan 2026 berasal dari seluruh 38 provinsi di Indonesia. ITB juga turut menerima 97 mahasiswa yang berasal dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T serta 10 mahasiswa melalui program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik).  Di antaranya berasal dari Kepulauan Riau, Riau, Aceh, Maluku, Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Barat Daya, dan Papua Pegunungan. Ada juga 28 mahasiswa penerima Beasiswa Garuda. Dalam data Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), tercatat 446 siswa, dengan 198 siswa berada dalam ...

Resensi Novel Obsesi Sunyi - Tiwi Kasavela

Penulis Tiwi Kasavela merilis novel ke-6  berjudul Obsesi Sunyi, pada Juni 2026.  Novel Obsesi Sunyi mengisahkan tentang cinta Mela pada pandangan pertama yang tak pernah padam, perjodohan, dan kisah dua pria dalam hidup Mela yang saling berkaitan di masa lalu dan masa depan. Inilah resensi Obsesi Sunyi yang ditulis Tiwi Kasavela. Mela, seorang perempuan yang bosan dengan rutinitasnya bekerja di Bandung ingin keluar dari kondisi tersebut, mencoba memulai solo trip ke kawasan Malang dan Surabaya tanpa ada yang dia kenal. Saat di Surabaya, tanpa dinyana menyelematkan seorang pria tua hingga membuat Mela dirawat di rumah sakit, saat siuman Mela bertemu dengan Niko.  "Mela membuka matanya perlahan, agak buram, terasa pening, sementara bau obat khas rumah sakit juga tercium, membuat perutnya tak nyaman, ingin muntah rasanya. Bingung... Samar dia melihat seorang pria yang sedang menatapnya, tajam. Laki-laki yang rasanya belum pernah ia lihat sebelumnya, badannya tinggi, kulitny...

Bosan jadi Pegawai, Montrav Bawa Tas Lokal ke Mancanegara

Owner Montrav, Gungun Gunawan menunjukan salah satu produk tas Montrav di Warehouse Montrav (foto : Yatni Setianingsih) Founder sekaligus Owner Montrav, Gungun Gunawan masih mengenang saat awal-awal membangun bisnis memproduksi tas dengan merek Montrav. Sebelum memutuskan resign menjadi karyawan di salah satu brand lokal tas, pada tahun 2017 Gungun Gunawan memulai usaha mandirinya menjadi dropshipper , melalui marketplace Shopee dengan nama akun (toko) Montrav Official Shop. "Saya termotivasi membangun bisnis sendiri, sehingga sambil bekerja pada tahun 2017 saya menjadi dropshipper tas di Shopee," cerita Gungun Gunawan membuka perbincangan dengan Golali, di kawasan gudang Montrav di sentra pergudangan ( warehouse ) Jalan Rumah Sakit Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Kamis 9 Juli 2026. Dalam perjalanan menjadi dropshipper di Shopee, tak tanggung-tanggung dalam setahun, Gungun Gunawan mampu menjual hingga 2.000 pieces tas. Sekitar 4 tahun kemudian yakni tahun 20...