Film Buya Hamka adalah film biopik atau film biografi yang mengisahkan tentang perjalanan hidup Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka. Buya Hamka adalah seorang ulama dan sastrawan Indonesia berasal dari Provinsi Sumatera Barat. Buya Hamka adalah salah satu pahlawan nasioanal.
Dalam film ini, diceritakan kehidupan Buya Hamka sejak kecil sampai dengan dewasa.
Semasa hidupnya, Buya Hamka menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama. Selain itu, Buya Hamka banyak menulis novel antara lain Tenggelamnya Kapal van der Wijck dan Di Bawah Lindungan Kabah.
Mengutip akun instagram sutradara Film Buya Hamka Fajar Bustomi @fajarbustomi, proses produksi Film Buya Hamka dilakukan selama 6 bulan dengan lokasi syuting antara lain :
Danau Maninjau, Bukit Tinggi, Jakarta, Semarang, Tegal, Ambarawa, Ciawi, dan Kairo (Mesir).
Adapun para pemain Film Buya Hamka :
Vino G Bastian sebagai Buya Hamka
Laudya Chintya Bella sebagai Siti Rahmah
Izzati Khansa sebagai Siti Rahmah kecil
Rey Bong sebagai Hamka kecil
Zayyansakha sebagai Zaki kecil
Bima Azriel sebagi Rusydi kecil
Ayu Laksmi sebagai Andung
Desy Ratnasari sebagai Ummi Safiyah
Donny Damara sebagai Haji Rasul
Rifnu Wikana sebagai Kariman Amin
Matchias Muchus sebagai Sutan Mansur
Marthino Lio sebagai Amir
Anjasmara sebagai Soekarno
Reza Rahardian sebagai HOS Tjokroaminoto
Verdi Soelaiman sebagai Abdul Karim (Oei Tjeng Hien)
Yoriko Angeline sebagai Ola
Mellysa Baskarani sebagai Aminah
Novita Hardini sebagai Fatimah
Mawar De Jongh sebagai Kulsum
Ajil Ditto sebagai Fakhri
Yoga Pratama sebagai Zaki
Roy Sungkono sebagai Rusydi
Wafda Lubis sebagai Rozak
Donny Kesuma sebagai Ayah Kulsum
Ade Firman sebagai Karta
Ben Kastafani sebagai Zainuddin Labai
Alfie Alfandy sebagai Dadang
Ferry Salim sebagai Gubernur Nakashima
Cok Simbara sebagai Hamid
Pritt Timothy sebagai H Agus Salim
Richard Oh senagai Tan Beng Kie
Mengutip akun instagram Falcon Pictures melalui unggahan trailer Film Buya Hamka @falconpictures_, berikut sinopsis Film Buya Hamka secara lengkap. Film Buya Hamka ditayangkan di bioskop mulai 20 April 2023.
Sinopsis Film Buya Hamka Volume I
Periode dimana Hamka menjadi pengurus Muhammadiyah di Makassar dan berhasil memberikan kemajuan yang pesat pada organisasi tersebut. Hamka juga mulai menulis sastra koran dan cerita romannya disukai para pembaca. Hamka dan keluarganya pindah ke Medan, karena Hamka diangkat menjadi pemimpin redaksi majalah Pedoman Masyarakat.
Posisi ini membuat Hamka mulai berbenturan dengan pihak Jepang, hingga harus ditutup karena dianggap berbahaya. Kehidupan keluarga Hamka pun terguncang ketika salah satu anak mereka meninggal karena sakit. Usaha-usaha Hamka untuk melakukan pendekatan pada pihak Jepang malah dianggap sebagai penjilat dan dimusuhi, sehingga Hamka diminta untuk mundur dari jabatannya sebagai pengurus Muhammadiyah.
Sinopsis Film Buya Hamka Volume II
Sesaat setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia dan ancaman Agresi Milter ke-II dari tentara sekutu muncul. Hamka memutuskan untuk berkeliling di seluruh pelosok Medan untuk mengabarkan mengenai pentingnya persatuan antara masyarakat (tokoh Agama) dan pihak militer Indonesia, agar tidak diadu domba.
Namun tenyata hal tersebut malah membuat Hamka terkena tembak. Untung, Hamka selamat dan akibat jasanya tersebut, Hamka pindah ke Jakarta dan mendirikan Al-Azhar. Namun Hamka difitnah terlibat dalam usaha pemberontakan pada Soekarno. Hamka ditangkap dan disiksa untuk menandatangani surat pengakuan. Hamka bertahan dan mendapatkan hikmahnya membuat kitab yang paling berpengaruh dalam pendidikan islam, tafsir Al- Azhar.
Sinopsis Film Buya Hamka Volume IIII
Pada bagian ke tiga ini, mengisahkan Hamka kecil di Maninjau, Provinsi Sumatera Barat. Sejak kecil Hamka sudah menunjukkan minat yang besar terhadap tradisi dan sastra, hingga mengabaikan pendidikannya di pesantren. Hal ini membuat Hamka kecil seringkali berbentur dengan Ayahnya, Haji Rasul. Pertikaian dengan ayahnya semakin meruncing, ketika ibunya memilih untuk bercerai dengan Ayahnya.
Hamka memutuskan untuk pergi belajar ke Mekkah dan naik haji dengan usahanya sendiri. Di sana, Hamka belajar berorganisasi, menemukan sistem manasik haji (atas restu Raja Arab), dan mendapatkan misi terbesar dalam hidupnya, membangun islam di Indonesia. Namun hal itu tidak mudah dilakukan, karena ayahnya tidak begitu saja mengakui kemampuan Hamka. Ditengah keresahannya, Hamka bertemu dengan Siti Raham, seorang perempuan luar biasa yang menjadi sumber inspirasi romans terbesar dalam hidupnya. (Yatni Setianingsih/Golali.id)
