Langsung ke konten utama

Industri Pariwisata di Bandung Wajib Zero Waste



BANDUNG,(Golali) - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mewajibkan seluruh kawasan berpengelola, khususnya sektor pariwisata menerapkan sistem zero waste. 

Hal itu disampaikannya usai menghadiri Travel Mart Jabar Istimewa dan Launching Perhimpunan Industri Pariwisata Indonesia (Parwindo) di Hotel Horison Ultima Bandung, Selasa 10 Februari 2026.

Farhan menyatakan, pengelolaan sampah menjadi tantangan terbesar Kota Bandung. Menurutnya, keindahan destinasi wisata akan rusak ketika sampah tidak terkendali.

“Setiap kawasan berpengelola di Kota Bandung harus zero waste. Kalau dalam tiga bulan tidak ada komitmen, mohon maaf, akan ada sanksi,” tegasnya. 

Farhan mencontohkan, praktik baik yang telah dilakukan Hotel Mercure di Jalan Supratman. Hotel tersebut telah menerapkan pengolahan sampah organik secara mandiri serta sistem IPAL yang baik, sehingga air limbah bisa diolah sebelum dibuang ke saluran drainase. 

“Kalau yang organik tidak akan diangkut. Yang diangkut hanya residu, itu pun dipilah lagi antara recycle dan RDF. Hanya sampah tertentu seperti LB3 yang perlu pengolahan khusus,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, saat ini Kota Bandung baru mampu mengelola 22 persen dari total 1.597 ton sampah yang dihasilkan setiap hari. Targetnya pada April 2026 pengelolaan meningkat menjadi 36 persen, dan sesuai RPJMN 2026 harus mencapai 65 persen. 

“Kuncinya keterlibatan semua pihak, termasuk pelaku wisata,” katanya.

Berdasarkan parameter kuantitatif dari Kementerian Lingkungan Hidup, skor pengelolaan sampah Kota Bandung saat ini mencapai 54,16 dari total sekitar 60 poin, dengan predikat “kota dalam pembinaan”. 

Aspek anggaran dan kebijakan sudah maksimal, namun tata kelola kelembagaan masih 4,67 dari nilai 6, serta kapasitas SDM baru 0,92 dari maksimal 1,5 karena baru sekitar 900 petugas yang terlatih.

Untuk memperkuat SDM, Pemkot merekrut 1.597 petugas pemilah dan pengolah sampah, masing-masing satu orang di setiap RW. Selain itu, audit akan dilakukan ke seluruh kawasan berpengelola, termasuk hotel dan destinasi wisata.

Farhan mengingatkan, Kementerian Lingkungan Hidup kini serius dalam penegakan hukum. Ia mengaku sudah dua kali diperiksa terkait kasus Pasar Caringin meski kini sudah tertangani. 

Sebanyak empat wilayah, yakni Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bandung, dan Provinsi Bali, menjadi sampel penegakan pidana lingkungan.

“Saya tidak mau ada tempat wisata atau hotel yang bermasalah soal sampah. Kita audit satu per satu. Ini serius,” tegasnya.

Ia mengajak pelaku industri pariwisata mendukung program nasional “ASRI” yang diluncurkan Presiden Prabowo pada 3 Februari lalu, yakni Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah. Menurutnya, peningkatan kualitas destinasi wisata Bandung harus sejalan dengan prinsip tersebut.

“Sebagus-bagusnya Bandung, secantik-cantiknya Jalan Braga atau Asia Afrika, akan rusak ketika ada tumpukan sampah. Kreativitas boleh luar biasa, tapi untuk urusan sampah, ikuti kepemimpinan saya,” pungkasnya. (Humas Pemkot Bandung/Golali.id)

BANYAK DIBACA

Ekspor Shopee FLEXI Tambah Jangkauan Negara di Asia Tenggara

JAKARTA,(Golali) - Shopee menambah negara tujuan pada program Ekspor Shopee FLEXI, melalui peluncuran program ‘Jalan Global Kreasi Lokal’. Sebelumnya sejak diluncurkan pada pertengahan tahun 2025, Ekspor Shopee FLEXI baru menjaungkau wilayah Malaysia, lewat program ‘Jalan Global Kreasi Lokal’ yang diluncurkan pada 27 Oktober 2026, Shopee menambah 4 negara di Asia Tenggara yaitu Singapura, Filipina, Tailan, dan Brunei Darussalam.  Pada program ‘Jalan Global Kreasi Lokal’ ini, Shopee berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan mitra logistik Anteraja serta JNE. Selain itu, Shopee juga menghadirkan pembaruan fitur Program Ekspor Shopee FLEXI, menyelenggarakan pelatihan spesial Program Ekspor Shopee FLEXI, serta memfasilitasi program Seller Immersion ke Malaysia untuk memperkuat kapabilitas ekspor pengusaha lokal.  Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang menjelaskan perluasan jangkauan dan penguatan kapasitas penjual menja...

Sejak Kapan ITB Ultra Marathon Digelar?

BANDUNG,(Golali) - ITB Ultra Marathon telah digelar setiap tahun sejak 2017, rute pada ITB Ultra Marathon dimulai dari Jakarta dan finish di Kota Bandung. Jarak rute ITB Ultra Marathon yaitu 170 – 180 kilometer. Dimulai dari Jakarta-Bogor-Puncak-Cianjur-Cipatat-Padalarang-Cimahi-Bandung. “Melalui ITB Ultra Marathon yang digelar sejak 2017, jumlah peserta meningkat dari tahun ke tahun. Mereka bisa berinteraksi dengan sesama alumni sehingga kebersamaan alumni, sivitas akademika ITB, dan umum itu bisa terjalin dan membangkitkan cinta almamater,” kata Ketua Yayasan Solidarity Forever, Ir. Susilo Siswoutomo dikutip dari siaran pers yang diterima Golali, Minggu 28 September 2025. Mengutip siaran pers yang dirilis ITB pada tahun 2025, ITB Ultra Marathon ini adalah prakarsa Yayasan Solidarity Forever yang dibentuk alumni Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB, sejak awal tahun 2016. Ide diadakannya acara ini sendiri digagas oleh salah satu alumni FTMD, Gatot Sudariyono. Tujuan dari IT...

Lokasi dan Jam Buka Pasar Cijerah Cerah

Pasar Cijerah Cerah (dok : Humas Pemkot Bandung) BANDUNG,(Golali) - Alamat atau lokasi Pasar Cijerah Cerah terletak di Jalan Cijerah Hilir Kelurahan Cijerah Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung.  Mengutip siaran pers Humas Pemkot Bandung saat ini Pasar Cijerah Cerah terdiri dari 2 bagian yaitu :  - Pasar tradisional mulai beroperasi sejak pukul 03.00 WIB, khususnya untuk area basah, hingga sekitar pukul 18.00 WIB.  - Cijerah Food Market beroperasi dari pagi hingga pukul 21.00 WIB pada hari kerja dan hingga pukul 22.00 WIB pada akhir pekan. Cijerah Food Market diluncurkan pada 17 Oktober 2026. Cijerah Food Market  dihadirkan untuk menghidupkan aktivitas pasar di luar jam perdagangan tradisional sekaligus memperluas peluang usaha bagi para pelaku usaha kuliner. Di Cijerah Food Market, pengunjung dapat menikmati beragam pilihan makanan tradisional dan kopi. Pasar Cijerah Cerah telah melalui proses audit oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan menjadi pasar pertama...