Langsung ke konten utama

Ada Berapa Jalan Layang di Bandung?

BANDUNG,(Golali) - Di Kota Bandung ada beragam jenis jalan, seperti jalan layang atau flyover. Sampai Agustus 2025, di Kota Bandung terdapat 7 jalan layang atau flyover.

Mengutip golali.id, inilah jalan layang atau flyover di Kota Bandung :  

1. Flyover/Jalan Layang Pasupati (Jalan Pasteur – Jalan Surapati)

Panjang flyover Pasupati mencapai 2,5 kilometer. Flyover Pasupati dapat dilintasi dua arah dari Jalan Pasteur maupun Jalan Surapati. Pada 1 Maret 2022, nama flyover Pasupati berganti nama menjadi flyover Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja.

2. Flyover/Jalan Layang Kiaracondong

Flyover ini memiliki panjang 848 meter, terbentang dari perempatan Jalan Kiaracondong dan Gatot Subroto sampai perempatan Jalan Kiaracondong sebelum Jalan Jakarta

3. Flyover Antapani/Jembatan Pelangi

Jembatan Pelangi ini membentang sepanjang 400 meter, yang menghubungkan Jalan Terusan Jakarta dengan Jalan Jakarta. Sejak 16 November 2022, Jembatan Pelangi berganti nama menjadi flyover Jaksa Agung R. Soeprapto. 


Baca juga : Di Mana Lokasi Flyover Pasupati?


4. Flyover Jakarta – Supratman

Jalan layang Jakarta – Supratman memiliki panjang 500 meter atau 0,5 kilometer. Membentang dari Jalan Jakarta sampai Supratman dan hanya dilalui kendaraan dari arah Jalan Jakarta ke Supratman.

5. Flyover Laswi – Pelajar Pejuang

Jalan layang ini memiliki panjang 520 meter yang menghubungkan Jalan Pelajar Pejuang dan Jalan Laswi.

6.Flyover Kopo

Jembatan layang atau flyover Kopo resmi difungsikan pada Sabtu 1 Oktober 2022. Flyover sepanjang 1,3 kilometer ini untuk mengurai kemacetan yang terjadi di kawasan perempatan Cibaduyut – Soekarno Hatta dan Jalan Kopo – Soekarno Hatta.

7.Flyover Ciroyom

Flyover Ciroyom yang menghubungkan Jalan Arjuna menuju Jalan Ciroyom Barat, resmi digunakan sejak Rabu 23 Oktober 2024. Secara simbolis, pembukaan jalan layang ini dilakukan Penjabat Wali Kota Bandung A. Koswara bersama jajaran PT. Kereta Api Indonesia, Rabu 23 Oktober 2024.Panjang flyover Ciroyom sekitar 800 meter. (Yatni Setianingsih/Golali.id)

 

Banyak dibaca

2026/2027 ITB Terima 8.945 Mahasiswa

BANDUNG, (Golali) - ITB menerima  8.945 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Irwan Meilano, ST, M.Si. Jumlahnya dari 8.945 mahasiswa baru terdiri atas 5.468 mahasiswa program sarjana, 1.947 mahasiswa program magister, 563 mahasiswa program doktor, serta 967 mahasiswa program profesi. Mengutip siaran pers yang diterima Golali, Rabu 5 Agustus 2026, mahasiswa baru program sarjana ITB angkatan 2026 berasal dari seluruh 38 provinsi di Indonesia. ITB juga turut menerima 97 mahasiswa yang berasal dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T serta 10 mahasiswa melalui program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik).  Di antaranya berasal dari Kepulauan Riau, Riau, Aceh, Maluku, Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Barat Daya, dan Papua Pegunungan. Ada juga 28 mahasiswa penerima Beasiswa Garuda. Dalam data Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), tercatat 446 siswa, dengan 198 siswa berada dalam ...

Inilah Jumlah Pengguna Internet di Kota Bandung

BANDUNG, (Golali) -   Penetrasi internet di Kota Bandung telah mencapai lebih dari 80 persen dari total penduduk. Hal ini diungkapkan Ketua Tim Evaluasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Kota Bandung, Ganjar Setya Pribadi dalam Sonata Talkshow bertajuk “Layanan Digital Kota Bandung: Makin Mudah, Makin Nyaman”, Kamis, 6 Agustus 2026. "Kalau melihat penetrasi digital di Kota Bandung, pengguna internetnya sudah cukup tinggi, lebih dari 80 persen. Artinya, kebutuhan terhadap masyarakat layanan digital juga sudah cukup besar. Karena itu, layanan Pemerintah Kota Bandung memang perlu terus beradaptasi dan masuk ke saluran digital sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan penggunanya,” kata Ganjar dikutip dari siaran pers Humas Pemkot Bandung. Lebih lanjut Ganjar mengatakan penggunaan teknologi tidak boleh hanya berorientasi pada pembuatan website atau aplikasi. Hal yang lebih penting adalah bagaimana teknologi mampu mengubah pola dan budaya kerja sehingga memberik...

Resensi Novel Obsesi Sunyi - Tiwi Kasavela

Penulis Tiwi Kasavela merilis novel ke-6  berjudul Obsesi Sunyi, pada Juni 2026.  Novel Obsesi Sunyi mengisahkan tentang cinta Mela pada pandangan pertama yang tak pernah padam, perjodohan, dan kisah dua pria dalam hidup Mela yang saling berkaitan di masa lalu dan masa depan. Inilah resensi Obsesi Sunyi yang ditulis Tiwi Kasavela. Mela, seorang perempuan yang bosan dengan rutinitasnya bekerja di Bandung ingin keluar dari kondisi tersebut, mencoba memulai solo trip ke kawasan Malang dan Surabaya tanpa ada yang dia kenal. Saat di Surabaya, tanpa dinyana menyelematkan seorang pria tua hingga membuat Mela dirawat di rumah sakit, saat siuman Mela bertemu dengan Niko.  "Mela membuka matanya perlahan, agak buram, terasa pening, sementara bau obat khas rumah sakit juga tercium, membuat perutnya tak nyaman, ingin muntah rasanya. Bingung... Samar dia melihat seorang pria yang sedang menatapnya, tajam. Laki-laki yang rasanya belum pernah ia lihat sebelumnya, badannya tinggi, kulitny...