Langsung ke konten utama

Lokasi, Fasilitas, Tiket, dan Jadwal Buka Taman Supratman

Taman Lapang Supratman (dok : Humas Pemkot Bandung)

BANDUNG,(Golali)- Alamat atau lokasi Taman Supratman terletak di Jalan Supratman, Kelurahan Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung Provinsi Jawa Barat (Jabar). 

Taman Supratman atau Taman Lapang Supratman adalah salah satu taman tematik di Kota Bandung, yang bertema olahraga. Taman Supratman dikelola dan dimiliki Pemkot Bandung. 

Lokasi Taman Supratman berdekatan dengan :

- SMPN 14 Bandung 

- SDN 62 Ciujung 

- Pussenif 

- Gedung Graha Yudha Wastu Pramuka 


Fasilitas di Taman Supratman setelah selesai direnovasi pada 2 Juli 2025 dan kembali dibuka : 


- Lapangan untuk mini soccer

- Lapangan futsal

- Lapangan basket

- Jogging track

- Alat fitness

- Tempat bermain anak

- Mushola 

- Toilet 


Tiket masuk Taman Lapang Supratman adalah gratis alias tidak dipungut biaya 


Jadwal buka Taman Supratman :


Taman Supratman dibuka setiap hari dari mulai pukul 08.00-20.00 WIB. 

Khusus untuk Jumat, fasilitas lapang mini soccer, futsal, dan basket, ditutup sementara pada pukul 11.00-13.30 WIB.

Bagi warga yang ingin menggunakan lapangan mini soccer, futsal, dan basket, bisa daftar langsung terlebih dahulu di Instagram @bdg.dpkp. 

Setiap sesi permainan mini soccer, futsal, maupun basket biasanya diberi waktu 90-120 menit dengan kapasitas sekitar 30 orang.

Sedangkan mini soccer, futsal, dan basket, pengelola dari Taman Supratman menyediakan beberapa perlengkapan bola jika dibutuhkan. Kendati demikian, biasanya pengunjung berinisiatif untuk membawa bola secara mandiri. 

Meski fasilitas disediakan secara gratis, terdapat beberapa aturan yang harus diikuti, seperti pada penggunaan sepatu. Sepatu yang digunakan sebaiknya sepatu khusus sesuai kebutuhan agar lapangan lebih tahan lama dan tidak cepat rusak. (Humas Pemkot Bandung/Golali.id)


 

BANYAK DIBACA

Sejak Kapan ITB Ultra Marathon Digelar?

BANDUNG,(Golali) - ITB Ultra Marathon telah digelar setiap tahun sejak 2017, rute pada ITB Ultra Marathon dimulai dari Jakarta dan finish di Kota Bandung. Jarak rute ITB Ultra Marathon yaitu 170 – 180 kilometer. Dimulai dari Jakarta-Bogor-Puncak-Cianjur-Cipatat-Padalarang-Cimahi-Bandung. “Melalui ITB Ultra Marathon yang digelar sejak 2017, jumlah peserta meningkat dari tahun ke tahun. Mereka bisa berinteraksi dengan sesama alumni sehingga kebersamaan alumni, sivitas akademika ITB, dan umum itu bisa terjalin dan membangkitkan cinta almamater,” kata Ketua Yayasan Solidarity Forever, Ir. Susilo Siswoutomo dikutip dari siaran pers yang diterima Golali, Minggu 28 September 2025. Mengutip siaran pers yang dirilis ITB pada tahun 2025, ITB Ultra Marathon ini adalah prakarsa Yayasan Solidarity Forever yang dibentuk alumni Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB, sejak awal tahun 2016. Ide diadakannya acara ini sendiri digagas oleh salah satu alumni FTMD, Gatot Sudariyono. Tujuan dari IT...

Ekspor Shopee FLEXI Tambah Jangkauan Negara di Asia Tenggara

JAKARTA,(Golali) - Shopee menambah negara tujuan pada program Ekspor Shopee FLEXI, melalui peluncuran program ‘Jalan Global Kreasi Lokal’. Sebelumnya sejak diluncurkan pada pertengahan tahun 2025, Ekspor Shopee FLEXI baru menjaungkau wilayah Malaysia, lewat program ‘Jalan Global Kreasi Lokal’ yang diluncurkan pada 27 Oktober 2026, Shopee menambah 4 negara di Asia Tenggara yaitu Singapura, Filipina, Tailan, dan Brunei Darussalam.  Pada program ‘Jalan Global Kreasi Lokal’ ini, Shopee berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan mitra logistik Anteraja serta JNE. Selain itu, Shopee juga menghadirkan pembaruan fitur Program Ekspor Shopee FLEXI, menyelenggarakan pelatihan spesial Program Ekspor Shopee FLEXI, serta memfasilitasi program Seller Immersion ke Malaysia untuk memperkuat kapabilitas ekspor pengusaha lokal.  Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang menjelaskan perluasan jangkauan dan penguatan kapasitas penjual menja...

Sinopsis Buku Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1)

Buku Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1) yang ditulis Ojel Sansan Yusandi, mengisahkan tentang siapa saja yang menghuni Bandung, sebelum bernama Bandung seperti yang dikenal saat ini. Melansir dari akun instagram @lawangbuku inilah sinopsis Buku Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1) : Siapakah penghuni Bandung sebelum nama Bandung ada di atas panggung sejarah? Apakah Bandung sama dengan Tatar Ukur? Benarkah Kabupaten Bandung lahir dari “rahim sejarah yang berdarah-darah” akibat perseteruan politik tingkat tinggi antara Dipati Ukur dkk versus Sultan Agung Mataram di abad XVII? Melalui buku ini kita juga akan saksikan bahwa sepanjang abad XIX, Bandung masih merupakan “kampung kecil” tak penting dengan jalanan berdebu, kerap dilalui maung, penuh kubangan badak. Ya, Bandung sebelum abad ke-20 sangat pangling, jauh berbeda dengan Bandung yang kini kita kenal.(Yatni Setianingsih/Golali.id) Data Buku : Judul Buku      ...