Langsung ke konten utama

Lokasi dan Sejarah Gedung Indonesia Menggugat


BANDUNG,(Golali) - Lokasi atau alamat Gedung Indonesia Menggugat (GIM) terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan No 5, Kota Bandung Provinsi Jawa Barat (Jabar). 

Letak Gedung Indonesia Menggugat atau GIM berdekatan dengan : 

1. Stasiun Kereta Api Bandung 

2. Kantor Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat (Jabar)

3. Balai Kota Bandung 

4. Polrestabes Bandung 

5. Jalan Braga 

Gedung Indonesia Menggugat termasuk kedalam bangunan Cagar budaya kelas A, yang harus dirawat keberadaannya. Sehingga di geduang tersebut, tepatnya di kamar

utama masih terdapat sarana pengadilan mulai dari kursi, dan pagarnya dengan cat berwarna coklat kehitaman.

Sejarah Gedung Indonesia Menggugat 

Berdasarkan hasil wawancara dengan Staf Pengelola GIM, Ephron Hery Hermawan tahun 2011, inilah jejak sejarah Gedung Indonesia Menggugat : 

- Pada 1907 GIM, merupakan rumah tinggal milik orang Belanda, dan pada 1917 berubah menjadi pengadilan kolonial (Landraad).

- Pada 1930, Landraad mengadili Soekarno (sebelum menjadi Presiden Republik Indonesia yang pertama), Maskoen, Gatot Mangkoepradja, Soepriadinata, Sastromolejono, dan Sartono dengan dakwaan Pasal 169 bis dan 153 bis Wetboek van Strafrecht (KUHP-nya zaman kolonial). Dalam persidangan ini Soekarno malah balik mendakwa kolonial Belanda, peristiwa tersebut dikenal dengan nama "Indonesia Menggugat" yang menggerkan hingga ke Kerajaan Belanda.

- Pasca-kemerdekaan pada 1945, gedung dipergunakan untuk kantor Palang Merah Indonesia (PMI) sampai 1950an

- Dilanjutkan menjadi Gedung keuangan sampai dengan 1973

- Pada 1973-1999 dipergunakan sebagai kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Jawa Barat.

- Sebuah lembaga independen BandoengJoernal, mengembalikan fungsi gedung ini sebagai gedung Ex-Landraad, dan pada 2005 diberi nama Gedung

Indonesia Menggugat oleh mantan Gubernir Jabar almarhum H.C. Mashudi, setelah bangunan mengalami perbaikan 

- Sejak 18 Juni 2007, gedung ini resmi dipergunakan sebagai ruang publik. (Yatni Setianingsih/Golali.id) 

Banyak dibaca

Resensi Novel Obsesi Sunyi - Tiwi Kasavela

Penulis Tiwi Kasavela merilis novel ke-6  berjudul Obsesi Sunyi, pada Juni 2026.  Novel Obsesi Sunyi mengisahkan tentang cinta Mela pada pandangan pertama yang tak pernah padam, perjodohan, dan kisah dua pria dalam hidup Mela yang saling berkaitan di masa lalu dan masa depan. Inilah resensi Obsesi Sunyi yang ditulis Tiwi Kasavela. Mela, seorang perempuan yang bosan dengan rutinitasnya bekerja di Bandung ingin keluar dari kondisi tersebut, mencoba memulai solo trip ke kawasan Malang dan Surabaya tanpa ada yang dia kenal. Saat di Surabaya, tanpa dinyana menyelematkan seorang pria tua hingga membuat Mela dirawat di rumah sakit, saat siuman Mela bertemu dengan Niko.  "Mela membuka matanya perlahan, agak buram, terasa pening, sementara bau obat khas rumah sakit juga tercium, membuat perutnya tak nyaman, ingin muntah rasanya. Bingung... Samar dia melihat seorang pria yang sedang menatapnya, tajam. Laki-laki yang rasanya belum pernah ia lihat sebelumnya, badannya tinggi, kulitny...

Bosan jadi Pegawai, Montrav Bawa Tas Lokal ke Mancanegara

Owner Montrav, Gungun Gunawan menunjukan salah satu produk tas Montrav di Warehouse Montrav (foto : Yatni Setianingsih) Founder sekaligus Owner Montrav, Gungun Gunawan masih mengenang saat awal-awal membangun bisnis memproduksi tas dengan merek Montrav. Sebelum memutuskan resign menjadi karyawan di salah satu brand lokal tas, pada tahun 2017 Gungun Gunawan memulai usaha mandirinya menjadi dropshipper , melalui marketplace Shopee dengan nama akun (toko) Montrav Official Shop. "Saya termotivasi membangun bisnis sendiri, sehingga sambil bekerja pada tahun 2017 saya menjadi dropshipper tas di Shopee," cerita Gungun Gunawan membuka perbincangan dengan Golali, di kawasan gudang Montrav di sentra pergudangan ( warehouse ) Jalan Rumah Sakit Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Kamis 9 Juli 2026. Dalam perjalanan menjadi dropshipper di Shopee, tak tanggung-tanggung dalam setahun, Gungun Gunawan mampu menjual hingga 2.000 pieces tas. Sekitar 4 tahun kemudian yakni tahun 20...

Gara-gara Galau Nongkrong, Artch Hasilkan Cuan Melimpah

Host live mejelaskan detail tas brand Artch saat siaran langsung Shopee Live (foto : Yatni Setianingsih) "Tas ini terdiri dari banyak kantong yang bisa untuk menyimpan berbagai perintilan, " itulah potongan kalimat yang diucapkan host live di studio live Artch di bilangan Gempolsari, Kota Bandung, Kamis 9 Juli 2026 yang disiarkan secara langsung melalui akun Artch Official Shop di Shopee. Host live seorang wanita yang menunjukkan detail dari tas brand lokal Artch di depan kamera DSLR (Digital Single-Lens Reflex)  yang disetting otomatis merekam siaran langsung tersebut, di samping kamera ditempatkan dua handphone yang digunakan untuk melihat siaran langsung yang tayang di akun Artch Official Shop pada fitur Shopee Live. Di bagian belakang host live terdapat beberapa pajangan foto produk Artch dan lighting untuk menunjang syuting siaran langsung di Shopee Live, sementara di bagian kanan terdapat beragam produk Artch yang nantinya akan ditawarkan pada Shopee Live. Selain host ...