Langsung ke konten utama

Menyusuri Jejak Kereta Api di Tanjungsari

Eks Stasiun Kereta Api Tanjungsari
SUMEDANG, (Golali) - Suara tawa riang, bocah-bocah terdengar menjelang tiba di kawasan Gedung Juang 45 Tanjungsari di Jalan Staat Spoors (SS) (sekarang Jalan Pasar Lama) No 23 RT/RW 01/05 Desa Tanjungsari, Selasa siang 17 Juni 2025. 

Beberapa orang dewasa, menunggu di atas sepeda motor di Jalan SS, menjemput bocah-bocah tersebut, keluar dari halaman Gedung Juang 45 Tanjungsari, yang juga berfungsi sebagai tempat Kelompok Bermain BPPJSN 45. Selain itu, ruangan lain di Gedung Juang 45 Tanjungsari digunakan untuk sekretariat PEPABRI (Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). 

Mengutip Wikidpedia, bangunan yang kini digunakan untuk Gedung Juang 45 Tanjungsari ini, dibangun pada masa Hindia Belanda yang digunakan sebagai Stasiun Kereta Api Tanjungsari, sebagai stasiun kereta api yang melayani rute Rancaekek - Tanjungsari. Namun di masa penjajahan Jepang, Stasiun Kereta Api Tanjungsari ini, sudah tidak digunakan lagi. 

"Ya, dahulu ini bangunan Stasiun Tanjungsari. Sudah lama digunakan sekretariat PEPABRI, ditambah Kelompok Bermain BPPJSN 45 sudah belasan tahun," kata salah satu pengelola Kelompok Bermain BPPJSN 45 saat Golali bertanya dan meminta izin memotret Eks Stasiun Kereta Api Tanjungsari. 

Viaduk Kereta Api Tanjungsari

Viaduk Kereta Api Tanjungsari


Selain jejak bekas bangunan Stasiun Kereta Api Tanjungsari, di kawasan ini sisa sejarah kereta api rute Rancakek-Tanjungsari dapat dilihat dari adanya viaduk (viaduct) kereta api Tanjungsari yang terletak sekitar 300 meter ke arah barat dari Eks Stasiun Kereta Api Tanjungsari. 

Bagian bawah viaduk berupa terowongan setinggi sekitar 3 meter, menjadi jalan perlintasan warga dari timur ke barat maupun sebaliknya. Sementara bagian atas viaduk digunakan untuk Jalan Raya Tanjungsari (Jalan Raya Bandung-Cirebon). 

Sedangkan untuk rel kereta api rute Rancaekek - Tanjungsari, sudah tidak dapat ditemukan lagi jejaknya. Lokasi Eks Stasiun Kereta Api Tanjungsari dan Viaduk Kereta Api Tanjungsari, telah dipadati permukiman penduduk. 


Letak Eks Stasiun Kereta Api Tanjungsari tak jauh dari : 


1. Pasar Tembakau (Bako)
5. Puskesmas Tanjungsari 
(Yatni Setianingsih/Golali.id)



 

Banyak dibaca

Resensi Novel Obsesi Sunyi - Tiwi Kasavela

Penulis Tiwi Kasavela merilis novel ke-6  berjudul Obsesi Sunyi, pada Juni 2026.  Novel Obsesi Sunyi mengisahkan tentang cinta Mela pada pandangan pertama yang tak pernah padam, perjodohan, dan kisah dua pria dalam hidup Mela yang saling berkaitan di masa lalu dan masa depan. Inilah resensi Obsesi Sunyi yang ditulis Tiwi Kasavela. Mela, seorang perempuan yang bosan dengan rutinitasnya bekerja di Bandung ingin keluar dari kondisi tersebut, mencoba memulai solo trip ke kawasan Malang dan Surabaya tanpa ada yang dia kenal. Saat di Surabaya, tanpa dinyana menyelematkan seorang pria tua hingga membuat Mela dirawat di rumah sakit, saat siuman Mela bertemu dengan Niko.  "Mela membuka matanya perlahan, agak buram, terasa pening, sementara bau obat khas rumah sakit juga tercium, membuat perutnya tak nyaman, ingin muntah rasanya. Bingung... Samar dia melihat seorang pria yang sedang menatapnya, tajam. Laki-laki yang rasanya belum pernah ia lihat sebelumnya, badannya tinggi, kulitny...

Bosan jadi Pegawai, Montrav Bawa Tas Lokal ke Mancanegara

Owner Montrav, Gungun Gunawan menunjukan salah satu produk tas Montrav di Warehouse Montrav (foto : Yatni Setianingsih) Founder sekaligus Owner Montrav, Gungun Gunawan masih mengenang saat awal-awal membangun bisnis memproduksi tas dengan merek Montrav. Sebelum memutuskan resign menjadi karyawan di salah satu brand lokal tas, pada tahun 2017 Gungun Gunawan memulai usaha mandirinya menjadi dropshipper , melalui marketplace Shopee dengan nama akun (toko) Montrav Official Shop. "Saya termotivasi membangun bisnis sendiri, sehingga sambil bekerja pada tahun 2017 saya menjadi dropshipper tas di Shopee," cerita Gungun Gunawan membuka perbincangan dengan Golali, di kawasan gudang Montrav di sentra pergudangan ( warehouse ) Jalan Rumah Sakit Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Kamis 9 Juli 2026. Dalam perjalanan menjadi dropshipper di Shopee, tak tanggung-tanggung dalam setahun, Gungun Gunawan mampu menjual hingga 2.000 pieces tas. Sekitar 4 tahun kemudian yakni tahun 20...

Bibit Mangrove Hasil Program Shopee Peduli :Tanam Hutan Indonesia Ditanam di Pesisir Jakarta

Pada peringatan Hari Mangrove Sedunia 26 Juli 2026, Shopee Indonesia berkolaborasi dengan BenihBaik.com dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) menggelar kegiatan penanaman 2.000 bibit mangrove di pesisir utara Jakarta. Kegiatan ini merupakan wujud nyata Program Shopee Peduli: Tanam Hutan Indonesia yang mengajak masyarakat berkontribusi dalam pelestarian ekosistem mangrove melalui permainan interaktif Shopee Tanam dan fitur Donasi di aplikasi Shopee yang dimulai sejak 5 Juni 2026 lalu. “Hari ini 26 Juli 2026 kita memperingati Hari Mangrove Sedunia, Pemprov DKI Jakarta melakukan aksi nyata menanam mangrove dengan berbagai pemangku kepentingan. Bersama instansi pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, yayasan, BUMD, komunitas, generasi muda dan masyarakat, Pemprov DKI Jakarta menanam 24.310 bibit mangrove secara serentak di lima lokasi utama di area Jakarta. Kolaborasi ini menunjukkan pelestarian lingkungan tidak b...