Langsung ke konten utama

Di Mana Alamat Gedung Sate?

BANDUNG,(Golali) - Alamat atau lokasi Gedung Sate terletak di Jalan Diponegoro Nomor 22, Kota Bandung Provinsi Jawa Barat (Jabar). Gedung Sate saat ini digunakan sebagai kantor Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekretaris Daerah Provinsi Jabar. 

Letak Gedung Sate berdekatan dengan 

1. Lapangan Gasibu 

2. Flyover Pasupati 

3. Monumen Pahlawan Covid-19 

4. Museum Pos Indonesia 

5. Museum Geologi 

6. Pusdai Jabar

7. Kantor Dinas Kesehatan Kota Bandung 

8. Pasar Gempol 

Sejarah Gedung Sate 

Gedung Sate termasuk salah satu bangunan cagar budaya di Kota Bandung, Gedung Sate adalah bangunan peninggalan kolonial Belanda. Mengutip siaran pers Humas Pemprov Jabar Gedung Sata mulai dibangun pada 27 Juli 1920. Gedung Sate selesai dibangun pada 1924.

Peletakan batu pertama pembangunan Gedung Sate dilakukan :

1.Johana Catherina Coops,  putri dari Wali Kota Bandung saat itu Betrus Coop

2.Perwakilan Gubernur Hindia-Belanda di Batavia, Petronella Roelofsen.

Gaya arsitektur Gedung Sate, mengadopsi model bangunan Italia di Zaman Renaissance dengan perpaduan tradisional Nusantara atau dikenal dengan sebutan arsitektur Indo-Eropa. Didesain arsitek asal Belanda J Gerber.

Arsitektur Eropa, kental terasa pada bagian dalam Gedung Sate yang memiliki langit-langit yang tinggi, pilar besar, dan banyaknya jendela. Sementara gaya tradisional, terlihat pada bagian pintu masuk Gedung Sate mirip dengan bangunan candi-candi Hindu. Serta memiliki atap tumpang pada bagian atasnya. 

Pembangunan Gedung Sate melibatkan, 2.000 pekerja dan menghabiskan biaya 6 juta gulden. 

”Kenapa sate karena dulu ada 6 juta gulden biaya pembangunannya. Satu juta disimbolkan dengan satu sate,” ungkap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat peringatan 100 tahun pembangunan Gedung Sate, 27 Juli 2020 dikutip dari jabarprov.go.id.

Setelah selesai dibangun, Gedung Sate yang di masa Hindia Belanda bernama, Gouvernements Bedrijven disingkat “GB” atau Pusat Instansi Pemerintahan, digunakan sebagai kantor Departement Verkeeren en Waterstaat (Departemen Lalu Lintas dan Pengairan) atau saat ini dikenal dengan nama Departemen Pekerjaan Umum.(Yatni Setianingsih/Golali.id)

 

Banyak dibaca

Resensi Novel Obsesi Sunyi - Tiwi Kasavela

Penulis Tiwi Kasavela merilis novel ke-6  berjudul Obsesi Sunyi, pada Juni 2026.  Novel Obsesi Sunyi mengisahkan tentang cinta Mela pada pandangan pertama yang tak pernah padam, perjodohan, dan kisah dua pria dalam hidup Mela yang saling berkaitan di masa lalu dan masa depan. Inilah resensi Obsesi Sunyi yang ditulis Tiwi Kasavela. Mela, seorang perempuan yang bosan dengan rutinitasnya bekerja di Bandung ingin keluar dari kondisi tersebut, mencoba memulai solo trip ke kawasan Malang dan Surabaya tanpa ada yang dia kenal. Saat di Surabaya, tanpa dinyana menyelematkan seorang pria tua hingga membuat Mela dirawat di rumah sakit, saat siuman Mela bertemu dengan Niko.  "Mela membuka matanya perlahan, agak buram, terasa pening, sementara bau obat khas rumah sakit juga tercium, membuat perutnya tak nyaman, ingin muntah rasanya. Bingung... Samar dia melihat seorang pria yang sedang menatapnya, tajam. Laki-laki yang rasanya belum pernah ia lihat sebelumnya, badannya tinggi, kulitny...

Cara dan Tantangan Pemkot Bandung Atasi Macet

(dok : Humas Pemkot Bandung) BANDUNG,(Golali)- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan tiga langkah strategis untuk mengatasi persoalan kemacetan yang selama ini menjadi keluhan utama warga sekaligus tantangan besar sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah. Hal itu disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan di Kota Bandung Jumat, 20 Februari 2026. Farhan mengakui Kota Bandung memiliki potensi besar di bidang pariwisata. Namun, di sisi lain berbagai persoalan klasik seperti sampah dan kemacetan masih menjadi pekerjaan rumah yang memengaruhi capaian target pertumbuhan daerah. “Ada tiga hal yang akan dilakukan untuk menghadapi kemacetan ini,” ungkap Farhan. 1. Langkah pertama adalah peningkatan kapasitas dan kualitas infrastruktur jalan.  Pemkot Bandung bekerja sama dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dalam pembangunan dan perbaikan jalan.  Ia menyebut, pemerintah pusat telah menyelesaikan dua jalan layang utama, namun masih dibutuhkan pembangunan ena...

Industri Pariwisata di Bandung Wajib Zero Waste

BANDUNG,(Golali) - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mewajibkan seluruh kawasan berpengelola, khususnya sektor pariwisata menerapkan sistem zero waste.  Hal itu disampaikannya usai menghadiri Travel Mart Jabar Istimewa dan Launching Perhimpunan Industri Pariwisata Indonesia (Parwindo) di Hotel Horison Ultima Bandung, Selasa 10 Februari 2026. Farhan menyatakan, pengelolaan sampah menjadi tantangan terbesar Kota Bandung. Menurutnya, keindahan destinasi wisata akan rusak ketika sampah tidak terkendali. “Setiap kawasan berpengelola di Kota Bandung harus zero waste. Kalau dalam tiga bulan tidak ada komitmen, mohon maaf, akan ada sanksi,” tegasnya.  Farhan mencontohkan, praktik baik yang telah dilakukan Hotel Mercure di Jalan Supratman. Hotel tersebut telah menerapkan pengolahan sampah organik secara mandiri serta sistem IPAL yang baik, sehingga air limbah bisa diolah sebelum dibuang ke saluran drainase.  “Kalau yang organik tidak akan diangkut. Yang diangkut hanya residu, itu...