Langsung ke konten utama

Apa itu Cilok?


BANDUNG,(Golali) - Cilok adalah makanan khas Sunda, nama cilok adalah akronim dari aci dicolok (bahasa Sunda) yang dalam bahasa Indonesia berarti tepung tapioka (tepung kanji atau singkong) yang ditusuk.

Memang bahan utama cilok adalah tepung kanji atau tapioka (aci dalam bahasa Sunda). Disajikan dengan cara ditusuk dengan sebilah kecil bambu.

Resep cilok

Proses pembuatan cilok tergolong sederhana, hanya campuran aci, tepung terigu, air, garam, merica bubuk, dan irisan bawang putih yang kemudian dibentuk bulat-bulat mirip bakso maupun persegi panjang kemudian direbus.

Setelah matang baru dikukus sehingga kadar airnya turun. Biasanya bagian tengah dari cilok diisi daging sapi cincang sehingga memberikan rasa gurih, sedangkan cilok original (awal) tanpa isian daging.

Cilok biasanya disajikan bersama bumbu kacang tanah dan kecap, adapula yang tanpa bumbu itu semua tergantung selera si penikmat. Kini bumbu atau condiment untuk cilok, tak hanya bumbu kacang tanah dan kecap, tetapi adapula yang memakai saus cabai, saus tomat, hingga mayones.

Cilok dijual di mana?

Di kawasan Jawa Barat, kuliner yang biasanya dikonsumsi di kala santai ini, banyak dijual pedagang kaki lima baik diam di suatu tempat maupun keliling perkampungan dan sekolah.

Kini cilok tidak hanya dijual para pedagang di tatar Sunda, tetapi juga ke berbagai daerah di Yogykarta dan Jawa Tengah. Selain itu, cilok pun ada yang dijual secara online dalam bentuk cilok frozen. (Yatni Setianingsih/Golali.id)


BANYAK DIBACA

Sejak Kapan ITB Ultra Marathon Digelar?

BANDUNG,(Golali) - ITB Ultra Marathon telah digelar setiap tahun sejak 2017, rute pada ITB Ultra Marathon dimulai dari Jakarta dan finish di Kota Bandung. Jarak rute ITB Ultra Marathon yaitu 170 – 180 kilometer. Dimulai dari Jakarta-Bogor-Puncak-Cianjur-Cipatat-Padalarang-Cimahi-Bandung. “Melalui ITB Ultra Marathon yang digelar sejak 2017, jumlah peserta meningkat dari tahun ke tahun. Mereka bisa berinteraksi dengan sesama alumni sehingga kebersamaan alumni, sivitas akademika ITB, dan umum itu bisa terjalin dan membangkitkan cinta almamater,” kata Ketua Yayasan Solidarity Forever, Ir. Susilo Siswoutomo dikutip dari siaran pers yang diterima Golali, Minggu 28 September 2025. Mengutip siaran pers yang dirilis ITB pada tahun 2025, ITB Ultra Marathon ini adalah prakarsa Yayasan Solidarity Forever yang dibentuk alumni Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB, sejak awal tahun 2016. Ide diadakannya acara ini sendiri digagas oleh salah satu alumni FTMD, Gatot Sudariyono. Tujuan dari IT...

Ekspor Shopee FLEXI Tambah Jangkauan Negara di Asia Tenggara

JAKARTA,(Golali) - Shopee menambah negara tujuan pada program Ekspor Shopee FLEXI, melalui peluncuran program ‘Jalan Global Kreasi Lokal’. Sebelumnya sejak diluncurkan pada pertengahan tahun 2025, Ekspor Shopee FLEXI baru menjaungkau wilayah Malaysia, lewat program ‘Jalan Global Kreasi Lokal’ yang diluncurkan pada 27 Oktober 2026, Shopee menambah 4 negara di Asia Tenggara yaitu Singapura, Filipina, Tailan, dan Brunei Darussalam.  Pada program ‘Jalan Global Kreasi Lokal’ ini, Shopee berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan mitra logistik Anteraja serta JNE. Selain itu, Shopee juga menghadirkan pembaruan fitur Program Ekspor Shopee FLEXI, menyelenggarakan pelatihan spesial Program Ekspor Shopee FLEXI, serta memfasilitasi program Seller Immersion ke Malaysia untuk memperkuat kapabilitas ekspor pengusaha lokal.  Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang menjelaskan perluasan jangkauan dan penguatan kapasitas penjual menja...

Sinopsis Buku Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1)

Buku Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1) yang ditulis Ojel Sansan Yusandi, mengisahkan tentang siapa saja yang menghuni Bandung, sebelum bernama Bandung seperti yang dikenal saat ini. Melansir dari akun instagram @lawangbuku inilah sinopsis Buku Bandoeng Waktoe Itoe : Dari Citarum ke Sisi Cikapundung (Jilid 1) : Siapakah penghuni Bandung sebelum nama Bandung ada di atas panggung sejarah? Apakah Bandung sama dengan Tatar Ukur? Benarkah Kabupaten Bandung lahir dari “rahim sejarah yang berdarah-darah” akibat perseteruan politik tingkat tinggi antara Dipati Ukur dkk versus Sultan Agung Mataram di abad XVII? Melalui buku ini kita juga akan saksikan bahwa sepanjang abad XIX, Bandung masih merupakan “kampung kecil” tak penting dengan jalanan berdebu, kerap dilalui maung, penuh kubangan badak. Ya, Bandung sebelum abad ke-20 sangat pangling, jauh berbeda dengan Bandung yang kini kita kenal.(Yatni Setianingsih/Golali.id) Data Buku : Judul Buku      ...