Kecamatan Jatinangor adalah salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat atau Jabar.
Mengutip website Unpad tentang sekilas Jatinangor nama Jatinangor sebagai nama kecamatan digunakan sejak tahun 2000-an. Sebelumnya Kecamatan Jatinangor bernama Cikeruh. Nama Cikeruh diambil dari nama aliran sungai yang melintasi kawasan kecamatan tersebut.
Jauh sebelum Indonesia merdeka, tepatnya pada tahun 1844, Jatinangor adalah kawasan perkebunan milik pengusaha berkebangsaan Jerman. Perkebunan tersebut dimulai dari perkebunan teh yang merambah ke perkebunan karet.
Salah satu sisa peninggalan dari perkebunan ini yaitu Menara Loji, yang dahulu digunakan sebagai penanda waktu dibunyikan 3 kali dalam sehari, untuk mengatur kegiatan operasional di perkebunan karet.
Pada tahun 1918 dibangun Jembatan Cincin, sebagai bagian dari jalur kereta api penghubung Bandung dengan Tanjung Sari. Jalur kereta api ini dibangun perusahaan kereta api Belanda. Fungsi dari jalur kereta api Bandung – Tanjung Sari ini untuk membawa hasil perkebunan karet. Sampai saat ini Jembatan Cincin ini masih ada, meskipun jalur kereta apinya telah mati.
Kawasan Jatinangor berubah menjadi kawasan pendidikan, setelah lebih dari 20 tahun Indonesia merdeka. Tepatnya sejak tahun 1987, Jatinangor ditetapkan oleh Gubernur Jawa Barat menjadi kawasan pendidikan. Kegiatan pendidikan sejumlah perguruan tinggi pun dipindahkan secara bertahap ke Jatinangor mulai tahun 1992.
Di Kecamatan Jatinangor terdapat 4 perguruan tinggi :
1) Unpad
2) Institut Teknologi Bandung (ITB)
3) Ikopin
4) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)
Itulah sekilas sejarah tentang wilayah Jatinangor yang kini menjadi pusat pendidikan di Kabupaten Sumedang dan Provinsi Jawa Barat. (Yatni Setianingsih/Golali.id)