Film Republik Twitter adalah salah satu film bioskop Indonesia, yang tayang di bioskop pada tahun 2012.
Film Republik Twitter mengangkat tema sentral media sosial (medsos), salah satunya Twitter yang hanya dengan teks (cuitan) 140 karakter dapat mengubah dunia, termasuk bidang politik. Tanpa perlu adanya keahlian, hanya melalui propaganda hastag.
Kisah dimulai dari dua pengguna Twitter, yakni Hanum (Laura Basuki ) seorang wartawati di Jakarta yang hobi membuat cuitan tentang kehidupan pribadinya dan Sukmo (Abimana Aryasatya) mahasiswa tingkat akhir di Yogyakarta yang hampir 24 jam hidupnya membuat cuitan di Twitter.
Tanpa disangka keduanya bertemu di Twitter dan Sukmo mengagumi sosok Hanum sebagai wartawati. Hanum pun menantang Sukmo datang ke Jakarta, untuk bertemu dirinya.
Sukmo pun menyanggupinya, walaupun tak mempunyai uang. Sukmo pun meminjam uang kepada sahabatnya, dan nebeng kepada sahabatnya ke Jakarta sekalian ikut numpang tidur.
Sayangnya, sesampainya di Jakarta dan di lokasi keduanya akan bertemu. Sukmo melihat Hanum yang hanya dia tahu dari foto di Twiiter, sedang duduk berdua dengan sosok pria yaitu Agra (Gary Iskak) yang berpenampilan metroseksual.
Sukmo merasa minder dan segera meninggalkan tempat tersebut, dan berpikir untuk bisa mengubah hidupnya seperti penampilan pria tersebut.
Tanpa dinyana, teman lain yang dia kenal dari Twitter bernama Belo (Edy Oglek) menghubunginya untuk bekerja di Jakarta. Sukmo yang tengah berada di Jakarta pun girang bukan main.
Sukmo pun menerima tawaran tersebut, apalagi terkait dengan pemanfaatan Twitter untuk mempromosikan seseorang sehingga terkenal lewat trending topic.
Apakah Sukmo dan Belo berhasil membuat tranding topik orang yang bukan siapa-siapa menjadi terkenal. Bagaimana pula kisah asmara antara Sukmo dan Hanum?
Pemain Film Republik Twitter
= Laura Basuki sebagai Hanum
= Abimana Aryasatya sebagai Sukmo
= Ben Kasyafani sebagai Andre
= Edy Oglek sebagai Belo
= Enzy Storia sebagai Nadya
= Tio Pakusadewo sebagai Kemal
= Leroy Osmani sebagai Arif Cahyadi
= Gary Iskak sebagai Agra
Seperti diketahui Twitter diluncurkan pada tahun 2006, lalu dikenal di Indonesia sekitar tahun 2009 setelah Facebook. Kehadiran Twitter memang memberikan kondisi berbeda pada dunia nyata karena berbagai fiturnya. Mulai dari perluasan pertemanan sistem follow dan followers, di mana tidak perlu persetujuan untuk mengikuti akun tertentu di Twitter alias jadi followers (pengikut). Selain itu adanya hastag membuat sesuatu menjadi tranding topik, selama membuat banyak hastag.
Nah kehadiran Film Republik Twitter pada tahun 2012 ini, memotret bagaimana fungsi hastag itu bekerja. Fenomena ini terus berlangsung hingga hari ini, bukan hanya Twitter yang kini menjadi X tetapi juga Instagram dan TikTok yang lahir setelah Twitter. (Yatni Setianingsih/Golali.id)
