Sinopsis Film Negeri 5 Menara


Film Negeri 5 Menara menceritakan tentang Alif (Gazza Zubizareta) berasal dari Sumatera Barat, yang baru lulus SMP dan ingin melanjutkan SMA di sekitar tempat tinggalnya, lalu setelah SMA ingin berkuliah di ITB Bandung.

Namun, Amak (ibu) Alif ingin anaknya tersebut bersekolah sambil mesantren di Pondok Madani, Jawa Timur. Alif pun tak kuasa membantah keinginan ibunya. Alif berusaha menyesuaikan diri di Pondok Madani. Mulanya, Alif banyak menyendiri karena hatinya masih belum menerima untuk menimba ilmu, bukan di tempat yang dia inginkan.

Lama-lama, Alif mulai berbaur dengan teman-teman satu kobong (sebutan kamar bagi santri di pesantren) yang berasal dari berbagai daerah. Mereka adalah Atang (Rizky Ramdani) dari Bandung, Said (Ernest Samudera) dari Surabaya, Raja (Jiofani Lubis) dari Medan, Dulmajid (Aris Putra) dari Madura, dan Baso (Billy Sandy) dari Gowa. Mereka pun mempunyai mimpi masing-masing, yang ingin mereka wujudkan kelak setelah selesai mesantren.

Enam sekawan tersebut selalu berkumpul di menara masjid dan menamakan diri mereka Sahibul Menara alias para pemilik menara. Suatu hari saat sekolah, Ustad Salman (Donny Alamsyah) seorang guru yang bijaksana dan berpengalaman mengajar anak-anak yang baru masuk pesantren, mengucapkan pepatah Arab yaitu Man Jadda Wajada (Barang siapa bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil- bahasa Arab)

Alif dan kelima temannya, semakin bersemangat untuk mengejar mimpi dan cita-citanya dengan penuh ketaqwaan. Mereka saat berkumpul di Menara tersebut, berjanji untuk giat belajar demi mewujudkan cita-citanya.

Film Negeri 5 Menara diadaptasi dari novel karya Ahmad Fuadi berjudul Negeri 5 Menara. Film Negeri 5 Menara pertama kali tayang di bioskop Indonesia pada 1 Maret 2012. (Yatni Setianingsih/Golali.id)