Sejarah Haji Geyot, Nostalgia Ramadan 90-an


Haji Geyot, ikon yang hadir pada momen Ramadan tahun 90an di Bandung ini berupa boneka seukuran manusia dewasa berpakai muslim khas Indonesia, berupa baju muslim pria, sarung, sorban, dan peci. Haji Geyot tengah beraktivitas memukul bedug dengan gerakan pinggul bergoyang.

Mengutip website bankbjb.co.id yang diunggah pada 10 Maret 2025, “Haji Geyot memiliki sejarah panjang sebagai simbol ngabuburit di Bandung dan sekitarnya. Patung ini pertama kali dibuat oleh Joen Rustandi pada tahun 1990-an dan menjadi daya tarik bagi masyarakat yang menunggu waktu berbuka. Dengan bentuk yang unik serta gerakan pinggul yang khas, Haji Geyot menjadi hiburan tersendiri bagi anak-anak dan orang dewasa.

Haji Geyot memberikan warna dan nuansa tersendiri untuk masyarakat yang sedang menanti waktu buka puasa sambil ngabuburit. Nama Haji Geyot diberikan masyarakat secara spontan ketika melihat gerakan boneka tersebut, goyangan pinggul tersebut yang dalam Bahasa Sunda disebut Ngageyot.

Patung yang terkenal dengan goyangannya yang khas ini sempat menjadi ikon ngabuburit di berbagai sudut kota, tetapi kini keberadaannya semakin jarang terlihat,”

Sejak beberapa tahun yang lalu, bank bjb kembali menghadirkan Haji Geyot di beberapa wilayah keramain tak hanya di Bandung, tetapi berbagai wilayah di Provinsi Jawa Barat. (Yatni Setianingsih/Golali.id)