Resensi Buku Matinya Kepakaran


Di era derasnya arus informasi yang diterima masyarakat, bukan serta merta menyebabkan semakin tahunya masyarakat akan berbagai hal termasuk ilmu pengetahuan. Tetapi memiliki sisi negatif, yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan yaitu banyak orang yang memilih informasi sesuai dengan kepentingan dirinya, dan menyalahkan pihak lain bahkan menyalahkan pakar.

Itulah yang dijabarkan dalam buku Matinya Kepakaran (The Death of Expertise), karya Tom Nichols. Berdasarkan kondisi di Amerika Serikat, Tom Nichols mengupas bagainama ilmu yang telah mapan, berdasarkan penelitian dan pengujian secara praktik dan teori harus didebat dengan sesuatu yang belum pasti kebenarannya.

"Matinya kepakaran sesungguhnya dapat memutarbalikkan pengumpulan pengetahuan bertahun-tahun di antara orang-orang yang kini berasumsi bahwa mereka tahu lebih banyak daripada sebenarnya mereka tahu. Ini adalah ancaman terhadap kesejahteraan sipil dan materil warga negara dalam demokrasi.

Perlawanan terhadap pengetahuan justru dipimpin oleh orang-orang yang seharusnya tahu lebih baik," (halaman 24)

Memang para pakar tidak selamanya benar, tetapi mengabaikan pengetahuan yang telah diuji para pakar dapat menjadi akibat buruk yang fatal. Hal ini mencakup berbagai bidang mulai dari politik, ekonomi, sosial, pendidikan, hingga kesehatan.

"Akar dari semua itu adalah ketidakmampuan orang-orang awam untuk memahami bahwa kesalahan pakar mengenai hal tertentu tidaklah sama dengan kesalahan terus-menerus mengenai semua hal. Kenyataannya, pakar lebih sering benar daripada salah, khususnya mengenai hal-hal penting. Namun tetap saja publik terus mencari kekurangan di pengetahuan pakar, yang memungkinkan mereka mengabaikan semua nasihat pakar yang tidak mereka sukai," (halaman 27) (Yatni Setianingsih/Golali.id)

Data Buku

Judul Buku : Matinya Kepakaran (The Death of Expertise)

Penulis : Tom Nichols

Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia

Tahun Terbit : Cetakan Kelima, April 2021