Resensi Novel Soekarno Kuantar ke Gerbang


Novel Soekarno Kuantar ke Gerbang yang ditulis Ramadhan KH ini, mengisahkan tentang kisah asmara antara Soekarno dan Inggit Garnasih, serta perjuangan Soekarno dengan dukungan Inggit Garnasih dalam menyelesaikan pendidikan Soekarna menjadi seorang insinyur di Technische Hoogeschool te Bandoeng (THS sekarang ITB) dan langkah Soekarno menjadi Presiden Pertama Republik Indonesia.

Novel Soekarno Kuantar ke Gerbang, merupakan hasil wawancara antara Ramadhan KH dengan Inggit Garnasih, yang ditulis dalam bentuk pandangan dari Inggit Garnasih tentang yang dialaminya dan perasaan dari Soekarno.

"Aku masih ingat bagaimana pada mulanya ia, Kusno atau Soekarno itu sampai di rumah kami. Suamiku, Sanusi, menerima sepucuk surat dari Pak H.O.S. Tjokroaminoto yang menceritakan bahwa anak-anaknya, atau lebih tepatnya menantunya, akan bersekolah di Bandung dan meminta agar kami mencarikan sebuah pemondokan baginya.

Akhirnya, kami mendapatkan kesepakatan bahwa untuk sementara kami tempatkan dia di kamar depan, sambil mencari tempat yang lebih pantas, rumah yang lebih memadai dan yang lebih disukainya.

Yang kami tunggu-tunggu muncul diantar oleh suamiku yang menjemputnya di stasiun. Ia mengenakan peci beledu hitam kebanggannya dan pakaian putih-putih. Cukupan tinggi badannya. Ganteng. Anak muda yang bersolek, perlente," (Halaman 3-5)

Soekarno pada saat itu telah menikah dengan Utari, putri dari H.O.S. Tjokroaminoto (pak Tjokro).

"Pada suatu ketika, Kusno pergi menjemput istrinya, Utari, putri Pak Tjokro, di Surabaya. Saat mereka datang, tentu saja kami tempatkan Utari di kamar Kusno. Namun, pada suatu malam, waktu kami berdua di kamar tengah, ketika Utari bermain dengan seorang kawannya dan kemenakan Kang Uci (Sanusi) yang juga tinggal di rumah kami, Kusno bicara terus terang kepadaku meminta agar Utari ditempatkan di kamar lain, di kamar tidur kemenakan suamiku.

Rupanya Kusno membujuk Utari seperti yang diinginkannya, sehingga pada suatu hari Utari meminta kepadaku agar ia ditempatkan di kamar yang bersebelahan dengan kamarku. Aku pun tidak melarangnya. Susah melarangnya," (Halaman 9)

Beberapa waktu kemudian, Kusno bercerai dengan Utari, karena berbagai alasan yang ada dalam pikiran Kusno.

"Perceraian antara dia dan Utari telah terjadi. Diceritakannya juga kepadaku bahwa Pak Tjokro mengerti dan ia tidak menjadi marah karenanya. Sementara itu, aku sama sekali tidak mengira bahwa peristiwa ini akan disusul dengan kejadian lain yang akan membelitku," (Halaman 20)

Kondisi ini menjadi awal perjalanan dari Inggit dan Soekarno, hingga akhirnya menyusul Inggit yang bercerai dengan Sanusi. Setelah masa idah, Inggit dan Soekarno menikah di rumah orangtua Inggit di Jalan Javaveem.

Selanjutnya, Soekarno melanjutkan perjuangannya untuk kemerdekaan Indonesia dan menyelesaikan studinya. Sementara Inggit mendampingi Soekarno dengan melanjutkan usaha yang telah ditekuninya semasa menjadi istri Sanusi. Setelah menikah, Inggit dan Soekrano tinggal di Jalan Jaksa Kota Bandung.

Dalam Novel Soekarno Kuantar ke Gerbang ini pun dikisahkan tentang perjalanan hidup Inggit Garnasih sejak kecil dan juga pertemuan Inggit Garnasih dengan keluarga besar Soekarno di Blitar. (Yatni Setianingsih/Golali.id)

Data Novel

Judul Novel : Soekarno Kuantar ke Gerbang
Penulis : Ramadhan Karta Hadimadja
Terbit : 2014 (Pernah diterbitkan oleh Pustaka Sinar Harapan pada tahun 1988)
Penerbit : Bentang