Resensi Novel Merindu Cahaya de Amstel


Novel Merindu Cahaya de Amstel adalah salah satu novel yang ditulis Arumi E. Novel Merindu Cahaya de Amstel menceritakan tentang kehidupan Khadija, seorang mualaf warga negara Belanda yang tinggal di Belanda.

Sebagai seorang muslim, Khadija yang memiliki nama asli dari orangtuanya yaitu Marien Veenhoven berbusana sesuai dengan ajaran Islam.

"Tak pernah terbetik dalam benaknya akan berubah seperti ini. Menjalani gaya hidup berbeda, mengubah cara berpakaian menjadi serba tertutup. Dulu dia pun memandang aneh perempuan-perempuan yang mau repot-repot menutup tubuhnya sedemikian rupa tak peduli di musim panas,"

"Dia sendiri bahkan masih merasa takjub mengingat keputusannya menjadi mualaf sejak dua tahun lalu setelah selama setahun penuh mempelajari Islam," (Halaman 13)

Dalam novel ini dikisahkan tanpa sengaja Khadija bertemu dengan Nicolaas Van Dijk atau Nico, seorang fotografer dan mahasiswa keturunan Belanda dan Indonesia.

"Kamu tahu, mamaku muslim juga. Dulu, kadang mamaku bersujud di kamar saat Papa belum pulang. Aku pernah bertanya apa yang Mama lakukan? Di bilang itu caranya berdoa kepada Tuhan,"

"Mamaku sudah kembali ke negara asalnya Indonesia. Aku sama sekali belum tahu tentang Islam. Mama tidak mengajariku apa-apa," (Halaman 22)

Novel Merindu Cahaya de Amstel telah diadaptasi dalam bentuk film berjudul Merindu Cahaya de Amstel, yang tayang di bioskop Indonesia pada Januari 2022.(Yatni Setianingsih/Golali.id)

Data buku

Judul buku : Merindu Cahaya de Amstel
Penulis : Arumi E
Penerbit : Gramedia