Terkini

Lirik Lagu Bertahan Sendiri - Prinsa Mandagie

Lagu berjudul Bertahan Sendiri adalah lagu terbaru dari Prinsa Mandagie, yang dirilis pada April 2025. Begini lirik lagu Bertahan Sendiri dari Prinsa Mandagie Apa harus Ku menyesal Pernah ada Pertemuan Semakin banyak Perbedaan Hingga harus Perih kupendam Sendiri menunggu, kau beri kan waktu, ku merasa kau tak anggap ku ada Bukan karna tlah hilang rasa di hati Ku tersiksa menahan luka kecewa Bila memang hanya aku yang menanti Ku kan pergi, karna aku yang bertahan sendiri Dulu kau lari mengejarku, kau yang buat ku jatuh hati kini kau tak peduli Bukan karna tlah hilang rasa di hati Ku tersiksa menahan luka kecewa Bukan karna tlah hilang rasa di hati Ku tersiksa menahan luka kecewa Owh… Bila memang hanya aku yang menanti Ku kan pergi, karna aku yang bertahan sendiri (Yatni Setianingsih/Golali.id)

Lirik Lagu Satu Alasan – Rony Parulian

Lagu berjudul Satu Alasan adalah salah satu lagu yang dinyanyikan Rony Parulian. Lagu Satu Alasan terdapat dalam album Rony Parulian, berjudul Rahasia Pertama.

Berikut lirik lagu Satu Alasan dari Rony Parulian


Beribu tawa t’lah kita lewati
Berjuta tangis canda yang berarti
Hilang berbalut benci
Enggan saling mengerti

Kau bisa tampar dan ludahi aku
Meski selalu berakhir di pelukku
Berbeda malam ini
Engkau beranjak pergi

Tetapi ku tersadar
Saat kita saling bersumpah serapah di perdebatan yang panjang

Saat dunia tak anggapku nyata
Saat hariku tak sempurna
Kau ada, oh, ‘tuk satu pelukan yang tak menuntut
Satu alasan

Sejenak sunyi pun menyelimuti
Saling berdiam bukan ‘tuk memahami
Hanya ingin mengakhiri
Kusutnya hari ini

Tetapi ku tersadar
Saat kita saling bersumpah serapah di perdebatan yang panjang

Saat dunia tak anggapku nyata
Saat hariku tak sempurna
Kau ada, oh, percaya
Bahwa kau tempat di saat langkahku lelah
Bahkan saatku takut mеminta

Kau ada, oh, ‘tuk satu pelukan yang tak menuntut
Satu alasan

Tak akan ku ragu
Demi sеmua itu
Oh, ‘kan kupadamkan semua bara amarahku
Saat dunia tak anggap ku nyata
Saat hariku tak sempurna

Kau ada, oh, percaya
Bahwa kau tempat di saat langkahku lelah
Bahkan saatku takut meminta
Kau ada, oh, ‘tuk satu pelukan yang tak menuntut
Satu alasan
(Yatni Setianingsihl/Golali.id)