Slondok adalah makanan ringan atau cemilan tradisional dari Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Slondok terbuat dari singkong, proses pembuatan slondok memerlukan waktu yang cukup lama, namun hal itu sangat sebanding dengan rasa slondok yang enak. Begini resep slondok Bahan resep Slondok Singkong Air Minyak sayur Bumbu halus resep Slondok Garam Bawang putih Cara membuat resep Slondok a) Singkong dikupas lalu dicuci, kemudian diparut, dan ditekan selama satu malam untuk menghilangkan kandungan airnya. b) Kemudian diayak dan diparut kembali menjadi tepung yang kasar c) Tepung kasar diayak supaya menghasilkan tepung yang halus d) Tepung dikukus dan dinginkan selama 3 hari 3 malam e) Tepung yang membata dipotong-potong, setelah itu kemudian digiling dan dibentuk memanjang dan melingkar. f) Selanjutnya dijemur hingga kering setengah matang g) Campur Slondok dengan bumbu halus, dijemur kembali ...
Terkini
Kisah Angkie Yudistia bisa menjadi inspirasi bagi siapapun. Terlahir dengan kondisi normal, siapa sangka ketika berusia 10 tahun, harus kehilangan pendengarannya saat pengobatan penyakit malaria.
Angkie Yudistia menuturkan selama 10 tahun dirinya merasa terasing dan terpuruk. Baru di usia 20 tahun, Angkie Yudistia menemukan kembali rasa percaya dirinya.
“Titik bangkit usia 20 tahun berarti usia produktif, setelah lulus sekolah mau ke arah mana, cita-citanya, tujuannya. Butuh waktu 10 tahun (menerima) menjadi perempuan dengan kebutuhan khusus.” Cerita Angkie Yudistia di Balai Kota Bandung, Jalan Wastu Kencana Kota Bandung, pada tahun 2021.
Kendati sempat down dengan perubahan yang terjadi, beruntung Angkie Yudistia memiliki keluarga yang sangat mendukung. Selain itu, Angkie Yudistia pun sering berkomunikasi dan berinterkasi dengan teman-teman penyandang disabilitas yang ada di Indonesia.
“Saya mengikuti orangtua berpindah-pindah pernah di Jawa Barat dan beberapa Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Maluku (bertemu dengan teman-teman disabilitas). Saya merasa berada diperjuangan yang sama dan sulit banget akses hidup (bagi disabilitas) di Indonesia sehingga ingin melakukan perubahan makanya ingin berkontribusi,” tutur Pendiri Thisabel Enterprise.
“Yang bikin saya bangkit teman-teman disabilitas yang membuat saya bangkit. melihat teman-teman disabilitas kita memiliki masalah yang sama, perjuangan yang sama. kita ingin mengubah nasib secara mental, secara ekonomi sehingga kita bisa mandiri,” imbuh finalis Abang None Jakarta pada 2008 ini.
Menurut lulusan S2 London School of Public Relations (LSPR) Jakarta ini, dalam menjalani hidup para penyandang disabilitas memiliki berbagai hambatan sehingga perlu dukungan semua pihak.
“Sehingga potensinya dapat dimaksimalkan menjadi SDM (Sumber Daya Manusia) yang unggul. Tetapi bukan berarti diekslusifkan ya,” pungkasnya.(Yatni Setianingsih/Golali.id)
Berita ini pertama kali tayang di Golali.id pada 15 Juni 2021
