Slondok adalah makanan ringan atau cemilan tradisional dari Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Slondok terbuat dari singkong, proses pembuatan slondok memerlukan waktu yang cukup lama, namun hal itu sangat sebanding dengan rasa slondok yang enak. Begini resep slondok Bahan resep Slondok Singkong Air Minyak sayur Bumbu halus resep Slondok Garam Bawang putih Cara membuat resep Slondok a) Singkong dikupas lalu dicuci, kemudian diparut, dan ditekan selama satu malam untuk menghilangkan kandungan airnya. b) Kemudian diayak dan diparut kembali menjadi tepung yang kasar c) Tepung kasar diayak supaya menghasilkan tepung yang halus d) Tepung dikukus dan dinginkan selama 3 hari 3 malam e) Tepung yang membata dipotong-potong, setelah itu kemudian digiling dan dibentuk memanjang dan melingkar. f) Selanjutnya dijemur hingga kering setengah matang g) Campur Slondok dengan bumbu halus, dijemur kembali ...
Terkini
Lagu berjudul Apa yang Kau Sebut Rumah? Adalah salah satu lagu yang dinyanyikan dan diciptakan Caecillia.
Begini lirik lagu Apa yang Kau Sebut Rumah? – Caecillia
[VERSE I]
Apa yang kau sebut rumah?
Apakah diam dan tenang?
Ingin sekejap aku rasakan yang kau punya
Ajarkan aku untuk menerima semua
[VERSE II]
Apakah riang dan hangat?
Banyak kah obrolan di meja makan?
Banyak pertanyaan, kadang berantakan
Namun kan ku buat ruangnya
[CHORUS]
Kurindukan rumah itu
Semua yang kupunya dulu
Diam dan tenang
Riang dan hangat
Tersisa hanya luka
Semua pergi (ku masih disini)
Tinggalkan ku di ruangan ini, sepi dan sunyi (2x)
Apa yang kau sebut rumah?
Lirik Puisi
Ruang ini adalah mesin waktu.
Maka, kupersilahkan kau tuk pergi!
Dalam sembab, aku memeluk diriku sendiri
Kembali berselimut duka
Merapihkan beribu lara
Tapi sesampainya,
Dibaluri aku dengan penuh kasih yang bernyawa
Diulurkan aku dengan akar jiwanya
Meski diruang tanpa benda yang terpampang
Lalu kutumbuh dengan;
Kasih tanpa sayang
Sayang tanpa cinta
Cinta tapi hanya separuhnya
Aku terus tumbuh!
Aku tetap bernyawa!
Aku tau hanya separuh
Tapi aku jauh lebih penuh!
(Yatni Setianingsih/Golali.id)