Slondok adalah makanan ringan atau cemilan tradisional dari Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Slondok terbuat dari singkong, proses pembuatan slondok memerlukan waktu yang cukup lama, namun hal itu sangat sebanding dengan rasa slondok yang enak. Begini resep slondok Bahan resep Slondok Singkong Air Minyak sayur Bumbu halus resep Slondok Garam Bawang putih Cara membuat resep Slondok a) Singkong dikupas lalu dicuci, kemudian diparut, dan ditekan selama satu malam untuk menghilangkan kandungan airnya. b) Kemudian diayak dan diparut kembali menjadi tepung yang kasar c) Tepung kasar diayak supaya menghasilkan tepung yang halus d) Tepung dikukus dan dinginkan selama 3 hari 3 malam e) Tepung yang membata dipotong-potong, setelah itu kemudian digiling dan dibentuk memanjang dan melingkar. f) Selanjutnya dijemur hingga kering setengah matang g) Campur Slondok dengan bumbu halus, dijemur kembali ...
Terkini
![]() |
| (dok: Instagram latifawedding) |
Pernikahan sesuai syariat Islam, menjadi salah satu jalan ibadah bagi umat muslim. Termasuk dalam pemilihan MUA, sampai dengan dekorasi dan berbagai acara yang tidak boleh bertentangan dengan ajaran agama Islam.
Salah satunya dimulai dengan memilih wedding organizer (WO) yang menerapkan syariat Islam dalam berbagai hal, seperti Latifa Wedding Organizer yang didirikan Putri Nurul Latifah Sadiah.
Puput Latifa sapaan akrab dari Putri Nurul Latifah Sadiah menerangkan, Latifa Wedding Organizer menggunakan prinsip syar`i mulai dari acara, makeup artist (MUA), dekorasi, sampai dengan perjanjian bisnis.
“Kami menjembatani pengantin yang mau menggunakan pernikahan sesuai tradisi selama tidak ada acara yang mengandung unsur syirik, penggunaan busana tetap syar`i, makeup sesuai kaidah fiqih berhias, misalnya. Karena kami yakin, pernikahan islami itu bisa diterapkan di mana saja,” ungkap Owner dan Wedding Planner dari Latifa Wedding Organizer ini.
Untuk menerapkan prinsip syar`i tersebut, Puput Latifa mengaku pernah menolak acara pernikahan karena ternyata ada acara dari pengantin yang mengandung unsur syirik (menduakan Allah SWT).
“Atau menolak pernikahan yang ada acara yang tidak sesuai dengan syariat, misal membuka acara resepsi dengan laki-laki yang berpura-pura jadi perempuan berjoget-joget. Tidak jarang juga (calon) pengantinnya sudah deal dengan kami, namun keluarga menolak karena masih ingin melakukan acara tradisi misalnya,” imbuhnya.
“Ciri khas kami adalah selain syar`i secara acara, kami juga menginginkan syar`i secara akad jual beli. Sehingga saat pembelian paket pernikahan selalu menggunakan MOU yang sifatnya terang benderang, sangat tebuka dengan isi paket, detail item setiap vendor, sehingga menghindari akad yang bersifat gharar (tipuan) antara kami dengan calon pengantin,” sambungnya.
Fokus konsep syar'i
Menurut Puput Latifa, awal mula Latifa Wedding Organizer fokus menerapkan konsep syar`i, setelah Puput Latifa mengetahui hukum pengguna bulu mata palsu dalam fiqih Islam.
“Awalnya karena hijrah dari meninggalkan penggunaan bulumata palsu pada saat makeup-in pengantin. Setelah belajar, tanya ustadz, dan baca buku mengenai fiqih berhias, ternyata penggunaan bulu mata palsu itu haram hukumnya. Maka dari situ mulai fokus selain dari makeup syari, juga buka WO pernikahan yang lebih sesuai syariat,” tuturnya.
Lebih lanjut Puput Latifa mengatakan, perkembangan wedding syar`i sejak dirinya masuk dunia wedding syar`i pada tahun 2019 sampai sekarang semakin pesat.
“Alhamdulillah dari 2019 sampai sekarang 2023 perkembangan wedding syari itu sangat pesat, penerimaan dimasyarakat mengenai urgensi pernikahan yang mengikuti aturan Islam ternyata semakin di minati. Padahal dulu awal 2019 kami buka WO syar`i, sulit sekali mengenalkan pernikahan yang dipisah area laki-laki dan perempuan misalnya, atau pernikahan yang mengedepankan batasan-batasan syariat,” bebernya.(Yatni Setianingsih/Golali.id)
Berita ini pertama kali tayang di Golali.id pada 22 November 2023
