Terkini

Perjalanan Suheri Kiswanto Dirikan ANT Project

Suheri Kiswanto atau akrab disapa Heri, mengawali bisnisnya sebagai reseller produk alas kaki dari brand lain, Heri terinspirasi dan percaya, dirinya juga mampu memulai bisnis di ranah tersebut. Pada tahun 2019, Heri mulai membuat konsep ANT Project dan meluncurkan brand -nya di awal tahun 2020 silam, satu bulan sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Pemilihan ANT sebagai nama brand , terinspirasi dari semut ( Ant dalam bahasa Inggris) sebagai binatang kecil namun pekerja keras dan suka bergotong-royong untuk mencapai tujuannya. Filosofi ini pula yang ingin ia bangun sebagai visi dan misi dari ANT Project. Awalnya proses produksi pun masih dilakukan secara sederhana, dimana Heri menggunakan bantuan vendor produksi rumahan dan dibantu oleh 5 orang karyawan. “Pada saat pandemi, kami merasa pesimis karena kondisi ekonomi yang tidak pasti. Apalagi sebagai pemilik bisnis yang baru merintis. Namun kami terus gigih dan mencoba beradaptasi mengikuti perilaku masyarakat yang berubah deng...

HiFi Air Perluas Pasar Dapur Asakan "Bu Ageung"

 

Owner Dapur Asakan "Bu Ageung", Niki Ambarwati (dok :Dapur Asakan Bu "Ageung")

Tiga bulan terakhir ini, pesanan catering Dapur Asakan "Bu Ageung" milik Niki Ambarwati tak hanya berasal dari sekitar lokasi cateringnya di Jalan Karacak No 834, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Namun telah merambah ke berbagai wilayah lainnya di Kabupaten Garut. 

Niki Ambarwati atau akrab di sapa Bu Ageung mengisahkan, mulanya Dapur Asakan "Bu Ageung" hanya memenuhi pesanan secara offline. Bu Ageung pun ingin memperluas pasar atau jangkauan konsumen, akhirnya memutuskan untuk mencoba memasarkan secara online

Untuk itu, Bu Ageung memilih jaringan internet Indosat dengan menggunakan HiFi Air yang menurutnya dapat diandalkan guna berkomunikasi dengan calon konsumen maupun konsumen yang ada di berbagai daerah. Selain itu, HiFi Air yang dapat dibawa ke mana-mana, sehingga memudahkannya untuk berkomunikasi, saat dirinya melayani catering konsumen yang berada di pelosok daerah Garut yang berbukit-bukit. 

"Saya melayani pemesanan via offline, dan untuk online saya baru berjalan semenjak pakai HiFi ini kurang lebih tiga bulanan. Untuk saat ini mungkin 60 persen pesanan offline dan 40 persen pesanan online,"

"Saya pakai HiFi Indosat karena setelah dibandingkan dengan wifi portable lain paketnya lebih murah, selain itu gampang dibawa kemana saja, karena terkadang pekerjaan saya harus pergi ke area pelosok jadi memang paling stabil pake HiFi ini. Biasanya dipakai di rumah, tapi suka dibawa kalau ada kerjaan keluar,  jaringan saya jadi lebih luas karena saya jadi bisa ambil kerjaan di tempat jauh tanpa takut nggak ada sinyal," beber Bu Ageung saat dihubungi Golali, Senin 17 November 2025. 

Bu Ageung memulai berbisnis kuliner pada tahun 2015, setelah memutuskan resign (berhenti) bekerja. Awalnya, Bu Ageung menjual aneka gorengan mini dengan nama Gorengan Alit "Bu Ageung". 

Suatu hari, ada salah satu pelanggannya yang meminta Bu Ageung untuk memasak aneka masakan pada acara hajatan (resepsi) nikahannya. Gayung bersambut, Bu Ageung pun menyanggupi permintaan pelanggannya tersebut.  

"Nah mungkin dari situ awal mulanya saya terjun ke dunia percateringan sampai saat ini," ucap Bu Ageung.

Setelah itu banyak pesanan yang datang melalui promosi mulut ke mulut alias offline, namun kini pesanan juga datang secara online melalui  nomor WhatsApp Dapur Asakan "Bu Ageung".

Dapur Asakan "Bu Ageung" melayani pesanan catering dalam bentuk prasmanan maupun makanan dalam kemasan. Untuk menu dapat sesuaikan dengan keinginan konsumen, begitupun dengan harganya disesuaikan dengan budget (anggaran) yang dimiliki konsumen. 

Aneka menu catering (dok : Dapur Asakan "Bu Ageung")

"Menunya beragam apa saja saya bisa, lebih ketergantung permintaan dan harga yang disetujui konsumen. Misalnya untuk cateringan/prasmanan dengan harga Rp30 ribu per porsi (isinya nasi, ayam, sop, dua menu tumisan, kerupuk, air mineral, dan dua menu dessert). Beragam, menyesuaikan harga," katanya.

Bu Ageung tak hanya memenuhi pesanan catering untuk hajatan, tetapi juga berbagai acara lainnya.  

"Saya juga menyediakan jasa memasak untuk hajatan. Kan konsumen beda-beda kadang ingin belanja sendiri (bahan masakan) jadi pengen bayar jasa memasaknya saja boleh itu juga. Bukan hanya catering hajatan saya juga menerima pesanan seperti rice box, nasi rames, tumpeng, bento box, rice bowl, dan lain-lain," pungkasnya. 

Andil Indosat pada UMKM 

Indosat terus mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Barat, termasuk pelaku UMKM dibidang kuliner seperti Dapur Asakan "Bu Ageung" melalui kehadiran kualitas jaringan yang andal. 

Selain itu, Indosat pun mendukung berbagai acara bazar maupun pameran kuliner seperti baru-baru ini pada Festival Kuliner Bandung 2025, yang berlangsung pada 28 Agustus hingga 5 Oktober 2025. Indosat melalui layanan Indosat IM3 Platinum, berkolaborasi dengan HiFi menghadirkan jaringan yang andal.  

Kehadiran jaringan yang andal bukan hanya tentang sinyal yang kuat, tapi tentang rasa tenang bagi pelaku usaha, dan kemudahan bagi pelanggan. Di saat festival mencapai kepadatan ribuan orang, Indosat IM3 Platinum memastikan jaringan tetap stabil. Dukungan dari HiFi melengkapi peran ini sebagai penguat konektivitas untuk sistem pembayaran elektronik di lokasi.

EVP–Head of Circle Jakarta Raya (JAYA) Indosat Ooredoo Hutchison, Chandra Pradyot Singh

“Kami percaya bahwa teknologi yang bermakna adalah teknologi yang menggerakkan. Melalui konektivitas, kami ingin pelaku UMKM bisa fokus melayani, tanpa cemas soal transaksi. Kami ingin pengunjung bisa menikmati pengalaman mereka tanpa hambatan,” kata EVP–Head of Circle Jakarta Raya (JAYA) Indosat Ooredoo Hutchison, Chandra Pradyot Singh dalam siaran pers yang diterima Golali, Selasa 30 September 2025. (Yatni Setianingsih/Golali.id)