Terkini

300 Orang Ramaikan Epic Run 2025 with Galaxy Watch8 Series

(dok : Erajaya Digital) Cuaca mendung yang diakhiri dengan hujan gerimis saat sampai di garis finish , tak menyurutkan semangat 300 orang berlari mengikuti Epic Run 2025 with Galaxy Watch8 Series berlangsung pada Minggu pagi, 7 Desember 2025 yang memiliki garis star dan finish di Trans Studio Mall Bandung, Jalan Gatot Subroto Kota Bandung. Epic Run 2025 with Galaxy Watch8 Series ini adalah ajang fun run sejauh 5 kilometer. Sebanyak 300 orang pelari ini berasal dari komunitas lari RIOT Bandung, pengguna Samsung, dan masyarakat umum.  Adapun rute lari Epic Run 2025 with Galaxy Watch8 Series yaitu :  Trans Studio Mall Bandung (Jalan Gatot Subroto) - Jalan Pelajar Pejuang 45 - Jalan Martanegara - Jalan Turangga - Trans Studio Mall Bandung.  "Olahraga merupakan salah satu cara paling sederhana untuk menjaga kesehatan tubuh dan mental. Melalui Epic Run 2025, kami ingin mengajak masyarakat Bandung untuk bergerak lebih aktif sekaligus merasakan bagaimana teknologi seperti Gala...

Dea Anggita MUA Syar`i Usung Makeup Natural yang Manglingi

 

Hasil riasan (dok instagram @deaanggitaaa)

Makeup natural bukan berarti tidak akan terlihat elegan dan manglingi, itulah hasil tata rias dari makeup karya  Dea Anggita MUA Syar`i yang bisa dipilih para muslimah untuk acara pernikahan, wisuda, dan acara spesial lainnya.

“Ciri khas makeup saya, menurut para client-client adalah makeupnya natural tetep pangling, tapi tetep jadi dirinya sendiri. Kebanyakan pada suka di bagian alis,” kata Owner dan Founder Dea Anggita MUA Syar`i, Dea Anggita kepada Golali, beberapa waktu lalu.

Sampai saat ini, Dea Anggita MUA Syar`i telah menangani beberapa client di kawasan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.

“InsyaaAllah kedepannya kalau ada yang mau di luar kota bisa. Semoga kedepannya Allah SWT kasih kesempatan juga untuk bisa berjodoh dengan client di luar kota,” sambung Dea.

Awal perkenalan Dea Anggita fokus pada MUA Syar`i, setelah dirinya resign dari salah satu perusahaan leasing mobil di Bandung.

“Setelah menikah dan punya anak saya memutuskan untuk resign. Setelah jenuh di rumah karena biasa kerja akhirnya saya memutuskan untuk mulai makeup konvensional pertengahan tahun 2019, seiring berjalannya waktu di tahun 2020 banyak ujian yang membuat saya ingin mendekat kepada Allah SWT dan mulai belajar agama.

Di situ mulai banyak kekhawatiran mengenai rezeki yang saya dapat, dimulai dari tidak mau menyimpan uang-uang sisa kerja di leasing (karena riba) dan memang ternyata uang sisa kerja di leasing pun rasanya habis begitu saja, seringnya dipakai untuk biaya rumah sakit (keluarga dan orangtua).

Saat itu saya sering dengar ceramah tentang riba dan diperlihatkan juga tentang haramnya memasangkan bulu mata palsu. Akhirnya hati saya tergerak untuk mengeluarkan sisa uang dari bekerja di leasing dan makeup pun mulai beralih ke MUA syar’i. Semua atas seizin Allah Masyaallah,” ceritanya.

Setelah berhijrah ke MUA syar’i, Dea banyak bertemu dengan berbagai pihak yang mendorongnya untuk fokus di MUA Syar`i termasuk komunitas MUA Syar`i Bandung.

“Padahal sebelumnya saya tidak punya lingkungan yang syar’i. Banyak kejutan dari Allah SWT dengan didatangkan orang-orang baru yg belum pernah saya temui sebelumnya.

Dipertemukan dengan teman-teman MUA syar’i yang saling support, bertemu ustadz dan ustadzah, diperlihatkan pernikahan yang benar-benar syar’i seperti apa. Masyaallah banyak sekali pengalaman yang saya dapat, dan hal apapun itu saya jadikan bagian pembelajaran untuk kehidupan saya dan keluarga. Masyaallah ternyata mendekat kepada Allah SWT  itu nikmatnya luar biasa, mau senang atau sedih pun rasanya tenang dan tidak ada yang berlarut lama,” bebernya

Dea mengaku banyak hikmah yang didapat dengan fokus menekuni profesi MUA Syar`i, termasuk dalam memandang uang dalam hidup

“Banyak ketemu orang baru malah bikin aku belajar tentang iman, kehidupan dan berkeluarga. Karena sebetulnya ketika kita bekerja enggak memikirkan hanya cuan rasanya bahagia. Mau ada job Bahagia, enggak ada job pun alhamdulillah masih banyak hal yang bisa kita syukuri. Karena setelah kita melabelkan pekerjaan kita syar’i bukan hanya pekerjaan saja yg dihijrahkan, tapi lebih ke belajar memperbaiki hati, pikiran, sikap dan hal lainnya,” imbuhnya.(Yatni Setianingsih/Golali.id)

Berita ini pertama kali tayang di Golali.id pada 20 November 2023